BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM – Rangkaian Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 di Pulau Santen, Banyuwangi, tak sekadar seremoni. Bhayangkari Daerah Jawa Timur turun langsung menyentuh masyarakat pesisir melalui bakti sosial, pelayanan kesehatan, penanaman mangrove, dan aksi bersih pantai.

Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Timur Ny. Dewi Nanang Avianto hadir bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., didampingi Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., serta Ketua Bhayangkari Cabang Kota Banyuwangi, (11/09/2026).

Bakti sosial diarahkan kepada warga pesisir sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi tekanan kebutuhan hidup dan kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kapolda Jatim bersama Ketua Bhayangkari Jatim kepada perwakilan warga penerima manfaat.

Tak berhenti pada bantuan sosial, pelayanan kesehatan juga dibuka langsung bagi masyarakat. Langkah ini menegaskan bahwa kepedulian tidak cukup diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan dasar warga.

“Kesehatan penting bagi setiap individu. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat sekaligus sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Ny. Dewi Nanang Avianto.

Dari sisi lingkungan, sekitar 200 peserta dari unsur TNI, Polri dan dinas terkait turun melakukan penanaman mangrove sekaligus membersihkan kawasan pantai Pulau Santen. Aksi tersebut menjadi penegasan bahwa kawasan pesisir tidak boleh hanya dimanfaatkan, tetapi juga wajib dijaga.

Ny. Dewi Nanang Avianto mengajak masyarakat ikut menjaga ekosistem pantai dan laut. Kerusakan pesisir bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi ancaman langsung terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidup dari kawasan tersebut.

Kapolda Jatim turut menegaskan pentingnya menjaga alam secara berkelanjutan. “Alam telah menghidupi kita dari dahulu sampai sekarang. Karena itu, harus kita jaga untuk generasi ke depan,” tegasnya.

Kegiatan HKGB ke-74 di Pulau Santen akhirnya membawa pesan yang jelas: kepedulian sosial harus dibuktikan dengan tindakan, sementara menjaga lingkungan bukan pilihan, melainkan tanggung jawab bersama.

Bakti sosial menyentuh masyarakat, pelayanan kesehatan menjaga warga, sementara mangrove dan kebersihan pantai menjadi investasi untuk masa depan pesisir Banyuwangi.