News

Bahu Jalan Kampung Sima, Kecamatan Yaur, Nabire Jadi Hutang, ADD Dikemanakan?

11

Nabire Papua Tengah, Domainrakyat.com – Pemerintah Kampung/Desa Sima Diduga melakukan penyelewengan anggaran Dana Desa Selama Awal Menjabat sebagai Kepala Desa hingga Saat Ini, Dikarenakan Tidak ada pembangunan yang direalisasikan dengan anggara Dana Desa,

Bahu Jalan diDesa Sima, Distrik/Kecamatan Yaur, Kabupaten Nabire, Papua Tengah Menjadi hutan, tidak adanya pembersihan bahu jalan di kampung sima, maka dengan hal itu diduga besar bahwa Kepala Desa melakukan korupsi anggaran dana desa( ADD), hal itu dikemukakan saat ditemukan oleh beberapa Aktivis dilapangan bahwa bahu jalan tidak ada pembersihan bahkan menjadi hutang.

Mendapat Informasi Terkait Adanya bahu jalan yang menjadi hutang maka beberapa pers melakukan investikasi di lokasi tersebut.

Pada hari Kamis tanggal 09 Januari2025 saat tim Pers DomainRakyat.com meninjau langsung keadaan kampung sima, kecamatan Yaur, kabupaten Nabire, maka ternyata ditemukan adanya bahu jalan yang sudah menjadi hutang dan parah aparat pemerintah kampung sima tidak melakukan tindakan untuk pembersihan bahu jalan tersebut,

Tim investigasi dilapangan sudah berusahan akan menemui Bapak Benyamin Yarawobi selaku kepala Desa Sima, untuk mempertanyakan kenapa bahu jalan tidak dilakukan pembersihan, namun hasilnya Nihil karena kepala desa sima sedang tidak berada di wilayah kerjanya

“Saya sudah melakukan investigasi dan benar ditemukan bahwa bahu jalan sima jadi hutang dan tidak dilakukan pembersihan, hal ini kami sudah berupaya mendatangi rumah bapak Benyamin Yarawobi, selaku kepala desa sima, namun hasilnya Nihil karena bapak kepala desa sedang tidak berada di wilayah kerjanya” unkap Tim Imvestigasi ( 09/01/2025)

Karena adanya temuan bahwa bahu jalan Kampung Sima, jadi hutan maka diduga bahwa kepala kampung sima melakukan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD)

Sampai berita ini di turungkan belum ada komentar dari pihak pemerintah desa sima karena tak satupun pihak staf desa ditemui saat lakukan investigasi dilapangan.

(Redaksi)

Exit mobile version