DomainRakyat.com,Berau – Himpunan Mahasiswa Islam kembali menyoroti permasalahan Berau Coal yang ada di Kabupaten Berau.
Prihal kegiatan survei lokasi tukar menukar jalan provinsi dengan PT. Berua Coal pada ruas Talisayan, tanjung Redeb yang terletak di Kmp. Gurimbang Kec. Sambaliung Kab. Berau yang mana rencana ruas jalan yang di mohonkan oleh PT. Berau Coal untuk di tukar sepanjang 5,90 KM rencana jalan pengganti yang di usulkan oleh PT. Berau Coal adalah sepanjang 8,2 KM dengan kondisi tutupan lahan berkutat berupa hutan, rawa dan kebun.
Hal tersebut HMI Cabang Berau menolak keras wacana tersebut bahwa jalan poros menyambung kan wilayah pesisir selatan ke ibu kota kabupaten akan Di pindahkan dengan alasan akan di tambang oleh PT. Berau Coal pihak pengurus HMI Cabang Berau menganggap hal tersebut tidak memiliki urgensi karna ini bisa berdampak dengan masyarakat pesisir langsung kami juga meminta Pemda Berau untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut di sisi lain dinas DPUPR harus bertanggung jawab soal ini.
Disamping itu PT. Berau Coal juga telah melakukan penambangan di area tersebut dengan jarak penambangan dengan jalan provinsi sangat dekat sehingga menimbulkan konflik yaitu Konflik agraria dan lingkungan, baru baru ini banyak masyarakat pesisir mengeluh terkait jalan tersebut karna efeknya debu dan licin sehingga memicu kecelakaan yang berkelanjutan hal ini menjadi fokus serius bagi kami selaku control sosial.
Selain itu HMI Cabang Berau juga mengutuk keras terkait penambangan yang di lakukan oleh PT Berau Coal yang berada di dalam kota yaitu block Prapatan yang Sampai hari ini menjadi mimpi buruk bagi masyarakat kota khusus warga Prum. Grea Salam, sultan agung dan bedungun pasalnya menimbulkan konflik yang berkelanjutan bagi keberlangsungan hidup manusia dan alam susia RTRW Kab. Berau.
Dari hal tersebut Himpunan Mahasiswa Islam akan mengusut tuntas dan mengambil sikap tegas terhadap PT. Berau Coal termaksud Pemkab Berau yang hari ini tutup mata saja terlebih OPD yang terkait seperti BPPEDA,DLHK dan PUPR Kab.Berau yang hari ini diduga tidak mampu menyelesaikan permasalahan tersebut.
