Domainrakyat.com – Setiap tanggal 3 Mei, dunia memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia sebagai bentuk penghormatan terhadap prinsip-prinsip dasar kebebasan pers. Peringatan ini juga menjadi momen untuk menilai kondisi kebebasan pers secara global, melindungi media dari serangan terhadap independensinya, dan mengenang jurnalis yang telah gugur dalam menjalankan tugasnya.
Asal-Usul Hari Kebebasan Pers Sedunia
Hari Kebebasan Pers Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1993, merujuk pada rekomendasi yang diadopsi dalam sesi ke-26 Konferensi Umum UNESCO pada tahun 1991. Penetapan ini merupakan respons terhadap Deklarasi Windhoek, sebuah pernyataan yang disusun oleh jurnalis Afrika di Windhoek, Namibia, yang menekankan pentingnya pers yang bebas, independen, dan pluralistik.
Tanggal 3 Mei dipilih untuk memperingati adopsi Deklarasi Windhoek, sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah di seluruh dunia akan komitmen mereka terhadap kebebasan berekspresi yang tercantum dalam Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948.
Tema Hari Kebebasan Pers Sedunia 2025
Tahun 2025, Hari Kebebasan Pers Sedunia mengangkat tema “Pelaporan di Dunia Baru: Dampak Kecerdasan Buatan terhadap Kebebasan Pers dan Media” (Reporting in the Brave New World – The Impact of Artificial Intelligence on Press Freedom and the Media). Tema ini menyoroti pengaruh signifikan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) terhadap dunia jurnalisme dan media.
AI membawa perubahan besar dalam cara berita dikumpulkan, diproduksi, dan disebarluaskan. Di satu sisi, AI dapat meningkatkan efisiensi dan kecepatan dalam proses jurnalistik. Namun, di sisi lain, muncul tantangan seperti penyebaran misinformasi, deepfake, dan potensi pelanggaran etika jurnalistik.
UNESCO akan mengadakan acara peringatan utama Hari Kebebasan Pers Sedunia 2025 pada tanggal 7 Mei di Bozar, Pusat Seni Rupa di Brussels. Acara ini akan mempertemukan jurnalis, pembuat kebijakan, dan profesional media untuk membahas dampak AI terhadap kebebasan pers dan media.
Pentingnya Kebebasan Pers di Era Digital
Di era digital yang terus berkembang, kebebasan pers menjadi semakin krusial. Media yang bebas dan independen berperan penting dalam menyediakan informasi yang akurat, memerangi disinformasi, dan menjaga akuntabilitas pemerintah serta institusi lainnya.
Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2025 menjadi momentum untuk merenungkan tantangan dan peluang yang dihadapi dunia jurnalisme, terutama dalam menghadapi kemajuan teknologi seperti AI. Dengan memahami dan mengatasi tantangan ini, diharapkan kebebasan pers dapat terus dijaga dan ditingkatkan demi masyarakat yang lebih informasi dan demokratis.





