Scroll untuk baca artikel
NewsPeristiwa

Tawuran Siswa SD di Depok Gegerkan Warga, Polisi Usut Peran Media Sosial

3
×

Tawuran Siswa SD di Depok Gegerkan Warga, Polisi Usut Peran Media Sosial

Sebarkan artikel ini
tawuran siswa sd

Depok – Insiden tawuran siswa SD (sekolah dasar) di Sukmajaya, Depok, memicu kekhawatiran publik. Aksi kekerasan yang terjadi pada Selasa (13/5/2025) ini diduga telah direncanakan sebelumnya melalui media sosial. Para pelajar yang masih berusia di bawah umur tersebut bahkan membawa senjata tajam serta alat-alat berbahaya lainnya.

Pihak Kepolisian Sektor Sukmajaya membenarkan peristiwa tersebut dan telah mengambil langkah penyelidikan. Kapolsek Sukmajaya Kompol Agus Khaeron menjelaskan bahwa kejadian itu terungkap setelah warga melapor adanya keributan di sekitar lokasi. Petugas segera mengamankan beberapa siswa yang terlibat, termasuk menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam tawuran.

“Benar, anak-anak ini ternyata janjian lewat media sosial untuk melakukan perkelahian. Mereka membawa benda tajam dan senjata mainan yang dapat membahayakan,” ujar Kompol Agus saat dikonfirmasi, Rabu (14/5/2025).

Lebih lanjut, polisi menyatakan bahwa aksi ini bukanlah yang pertama, meskipun keterlibatan pelajar tingkat sekolah dasar dianggap sangat mengejutkan. Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa sebagian besar pelajar yang ikut serta merupakan siswa kelas atas di jenjang SD. Mereka tergabung dalam kelompok yang saling menantang lewat unggahan dan percakapan di media sosial.

Saat ini, penyidik tengah mendalami peran masing-masing anak, termasuk memeriksa motif serta sumber pengaruh yang mendorong perilaku agresif tersebut. Orang tua dan pihak sekolah turut dilibatkan dalam proses pendalaman kasus.

“Kami akan koordinasikan dengan pihak Dinas Pendidikan Kota Depok dan juga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk penanganan lanjutan,” ujar Agus.

Aksi ini memicu reaksi keras dari warga dan pengamat pendidikan yang menilai perlunya pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas digital anak-anak. Maraknya penggunaan ponsel dan media sosial di kalangan siswa sekolah dasar menjadi perhatian serius. Pakar pendidikan menyebut peran orang tua sangat penting dalam membatasi akses anak terhadap konten dan interaksi yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Selain itu, banyak pihak mendesak agar edukasi mengenai etika bermedia sosial dan konsekuensi hukum dari tindakan kekerasan diberikan sejak dini. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah preventif agar peristiwa tawuran siswa SD tidak terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *