InternasionalNewsTimur Tengah

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Puluhan Warga, Termasuk Anak-Anak

6
serangan israel di gaza
Warga Palestina memeriksa lokasi serangan Israel terhadap sebuah rumah di Jabalia, Jalur Gaza utara [Mahmoud Issa/Reuters]

Jakarta, domainrakyat.comSerangan Israel di Gaza kembali memakan banyak korban jiwa. Sedikitnya 84 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara yang dilakukan Israel sejak Rabu dini hari (14/5/2025), menurut laporan sumber medis kepada Al Jazeera. Serangan paling mematikan terjadi di kamp pengungsi Jabalia, Gaza utara.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sekitar 50 orang tewas di wilayah Jabalia dan sedikitnya 10 orang lainnya di Khan Younis, kota di selatan Gaza. Aksi militer tersebut berlangsung di tengah pembicaraan gencatan senjata tidak langsung yang sedang berlangsung di Doha, Qatar.

Situasi Kemanusiaan Makin Memburuk Pasca Serangan Israel di Gaza

Jurnalis Al Jazeera, Tareq Abu Azzoum, melaporkan dari Deir el-Balah, Gaza tengah, bahwa militer Israel tengah melakukan “kampanye udara militer sistematis dan intensif” yang menyasar rumah-rumah warga sipil. Serangan ini diduga sebagai upaya untuk memaksa penduduk mengungsi ke tenda-tenda darurat dan mempercepat proses pengusiran dari Gaza utara.

Warga Palestina memeriksa lokasi serangan Israel terhadap sebuah rumah di Jabalia, Jalur Gaza utara [Mahmoud Issa/Reuters]

Salah satu cuplikan paling memilukan terjadi di Jabalia, ketika petugas penyelamat menggali reruntuhan beton hanya dengan bantuan cahaya dari ponsel untuk mengevakuasi jenazah anak-anak yang tertimbun puing. Aksi ini mencerminkan kondisi darurat dan beratnya penderitaan warga sipil.

Perundingan dan Ketegangan Diplomatik

Delegasi Israel diketahui sedang berada di Doha untuk perundingan tidak langsung dengan Hamas, difasilitasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat. Utusan Presiden AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, menyebut bahwa terdapat “kemajuan besar” dalam perundingan tersebut, meski belum ada rincian pasti.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa kampanye militer di Gaza akan tetap berlanjut meskipun terjadi kesepakatan gencatan senjata. Sikap ini memicu kecaman internasional, termasuk dari Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Macron Kecam Blokade dan Serangan

Macron menyebut blokade dan penghentian bantuan sebagai “aib” dan tidak dapat diterima secara moral maupun kemanusiaan. Ia menuntut agar perbatasan Gaza segera dibuka untuk mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan, obat-obatan, serta evakuasi korban luka.

Sementara itu, krisis pangan terus memburuk. Lembaga internasional Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) memperingatkan bahwa setengah juta warga Palestina menghadapi kelaparan akut, sementara lebih dari satu juta lainnya kekurangan makanan.

Lebih dari 52.000 orang telah tewas sejak konflik dimulai pada Oktober 2023, menurut otoritas kesehatan Gaza. Serangan Israel di Gaza juga telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur dan memaksa 90 persen penduduk mengungsi berulang kali dari wilayah tempat tinggal mereka.

Exit mobile version