BolaEntertainment

Mengenang Selebrasi Bucin Pratama Arhan: Romantis, Viral, dan Kini Tinggal Kenangan Pahit

29
pratama arhan
Selebrasi

Domain Rakyat – Nama Pratama Arhan kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena kiprahnya sebagai pemain Timnas Indonesia yang penuh semangat, tetapi juga karena kisah cintanya yang sempat begitu manis kini harus menghadapi kenyataan pahit perceraian. Ingatan masyarakat pun kembali pada momen dramatis yang sempat viral, ketika Pratama Arhan mempersembahkan golnya dengan cara paling romantis yang pernah dilakukan seorang pesepakbola Indonesia.

Saat laga Timnas Indonesia melawan Turkmenistan, Arhan sukses mencetak gol penting. Namun yang lebih menyentuh hati justru selebrasinya. Dengan penuh kejutan, ia membuka kaosnya dan memperlihatkan tulisan yang memuat nama sang istri, Azizah Salsha, serta tanggal pernikahan mereka. Selebrasi itu seketika viral, dianggap sebagai simbol cinta sejati sekaligus aksi bucin yang menggetarkan hati suporter di seluruh tanah air.

Namun, siapa sangka selebrasi penuh cinta itu ternyata menyimpan cerita unik. Ayah mertua Arhan, Andre Rosiade, mengungkap bahwa tulisan pada kaos tersebut justru tak terlihat jelas dari tribun stadion. Saat itu, Andre dan Azizah hanya larut dalam euforia gol Arhan. Mereka baru menyadari makna selebrasi tersebut setelah melihat rekaman dari ponsel para penonton di sekelilingnya. “Kalau kita di stadion, enggak terlalu kelihatan. Baru sadar setelah lihat handphone orang-orang,” ujar Andre dalam sebuah wawancara di kanal YouTube The Sungkars.

Tulisan di kaos itu kemudian menyebar luas di media sosial, meneguhkan citra Arhan sebagai sosok suami penuh cinta. Namun ironi kehidupan pun datang. Di tengah apresiasi publik terhadap keromantisannya, kabar perceraian dengan Azizah membuat banyak orang terhenyak. Romantisme yang dahulu dipuja kini menjadi kenangan yang menyesakkan.

Perjalanan cinta Arhan dan Azizah menjadi pelajaran betapa takdir kadang berbalik begitu cepat. Aksi selebrasi bucin yang dulunya menjadi simbol kebahagiaan, kini menjadi pengingat bahwa cinta, setulus apa pun, bisa kandas di tengah jalan.

Exit mobile version