Domainrakyat.com – Dunia sepak bola Malaysia kembali diguncang oleh skandal pemalsuan dokumen yang menyeret tujuh pemain naturalisasi dan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). FIFA menilai FAM telah menggunakan dokumen kelahiran palsu untuk memastikan para pemain asing tersebut memenuhi syarat bermain bagi tim nasional Malaysia.
Menurut laporan resmi FIFA yang dirilis pada Senin (6/10/2025), FAM dan para pemain terbukti memakai surat kelahiran palsu milik kakek-nenek para pemain untuk mengklaim garis keturunan Malaysia. Aksi ini dinilai sebagai “bentuk kecurangan murni” yang melanggar nilai sportivitas dan prinsip fair play.
Wakil Ketua Komite Disiplin FIFA, Jorge Palacio, menyebut tindakan tersebut “mengguncang dasar kejujuran dalam olahraga”. “Pemalsuan dokumen adalah bentuk penipuan yang mencederai integritas sepak bola dan menodai semangat permainan yang bersih,” tegasnya dalam keputusan tertulis FIFA.
Kasus ini bermula ketika tujuh pemain asing—di antaranya Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Gabriel Arrocha, dan Joao Figueiredo—turun memperkuat Malaysia saat melawan Vietnam dalam kualifikasi Piala Asia AFC pada 10 Juni lalu. Mereka berhasil membawa Malaysia menang 4-0, bahkan dua di antaranya mencetak gol. Namun sehari setelah laga, FIFA menerima laporan mengenai keabsahan dokumen kewarganegaraan para pemain tersebut.
Setelah dilakukan investigasi, FIFA menemukan bahwa dokumen kelahiran yang diserahkan FAM telah diubah, dengan tempat lahir kakek-nenek para pemain diganti menjadi wilayah Malaysia. Pemerintah Malaysia, melalui Jabatan Pendaftaran Negara (JPN), mengakui tidak pernah menerima dokumen asli, melainkan hanya salinan berbasis data luar negeri dari Argentina, Spanyol, dan Brasil.
FIFA pun menjatuhkan sanksi berat: denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp1,85 miliar) kepada FAM, serta larangan bermain selama satu tahun kepada tujuh pemain terkait. Keputusan ini menimbulkan kehebohan di tanah air sepak bola Malaysia.
Menanggapi tuduhan itu, FAM menegaskan bahwa para pemain bertindak dengan itikad baik dan seluruh proses verifikasi dilakukan sesuai prosedur resmi. “Tidak ada bukti bahwa dokumen tersebut dipalsukan secara sengaja. Semua pengajuan dilakukan berdasarkan sistem dan verifikasi pemerintah,” ujar FAM dalam pernyataan resmi di laman Facebook-nya.
Meski demikian, publik Malaysia tetap mengecam keras kejadian ini. Menteri Pemuda dan Olahraga, Hannah Yeoh, menyebut kasus tersebut “melukai dan mengecewakan hati para penggemar sepak bola nasional”. Sementara itu, FAM berencana mengajukan banding dalam waktu tiga hari setelah menerima salinan keputusan tertulis FIFA.
Kasus skandal pemalsuan dokumen ini bukan hanya mencoreng nama sepak bola Malaysia di mata dunia, tetapi juga menjadi pelajaran penting bagi federasi lain agar menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan tanggung jawab moral dalam mengelola naturalisasi pemain.






