Scroll untuk baca artikel
Bola

Media Inggris Kecam AFC: Penunjukan Arab Saudi dan Qatar Dinilai Cederai Fairplay

×

Media Inggris Kecam AFC: Penunjukan Arab Saudi dan Qatar Dinilai Cederai Fairplay

Sebarkan artikel ini
media inggris kecam afc

Domainrakyat.com — Keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menunjuk Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 menuai gelombang kritik. Salah satu yang paling vokal adalah media Inggris kecam AFC, menuding adanya ketidakadilan dan diskriminasi dalam penentuan tuan rumah.

Media ternama Inggris, The Guardian, menulis bahwa langkah AFC tersebut memberikan keuntungan besar bagi dua negara Teluk itu, terutama dalam hal jadwal pertandingan dan waktu istirahat. Qatar dan Arab Saudi, yang masing-masing menjadi tuan rumah Grup A dan Grup B, disebut memiliki jeda bermain lebih panjang dibandingkan empat negara lainnya—Indonesia, Irak, Uni Emirat Arab, dan Oman—yang harus bertanding dua kali dalam tiga hari.

“Bagaimana mungkin Qatar dan Arab Saudi mendapatkan keuntungan sebagai tuan rumah dan lebih banyak waktu istirahat dibandingkan lawan mereka dalam Kualifikasi Piala Dunia?” tulis The Guardian dalam laporannya.

Kritik Keras: AFC Dianggap Diskriminatif

Alih-alih memilih lokasi netral atau membuka proses bidding secara terbuka, AFC justru menetapkan dua negara kaya minyak itu sebagai tuan rumah tunggal. Keputusan tersebut memicu tudingan diskriminatif dan memunculkan pertanyaan besar tentang prinsip fair play dalam kompetisi internasional.

Pelatih Oman, Carlos Queiroz, bahkan menyindir keras keputusan itu. Mantan pelatih tim nasional Portugal ini mempertanyakan dasar penunjukan Qatar dan Arab Saudi yang dinilainya tidak mencerminkan keadilan.

“Apakah tidak ada stadion di Jepang atau Kuwait yang bisa digunakan? Mungkin mereka yang mengatur turnamen ini memiliki pandangan berbeda tentang sepak bola,” ujarnya sarkastik.

Queiroz menambahkan, jika AFC tidak menyadari ketidakadilan dalam kebijakan tersebut, maka kredibilitas kompetisi dipertanyakan.

“Jika mereka tidak dapat melihat sesuatu yang salah dalam situasi ini, apakah kami pelatih dan pemain masih bisa berkomentar?” katanya.

Timnas Indonesia Ikut Melayangkan Protes

Kritik terhadap AFC tidak hanya datang dari luar negeri. PSSI melalui Sekjen Yunus Nusi juga menyampaikan protes keras terkait penunjukan wasit asal Kuwait yang dianggap tidak netral.

“Kami mempertanyakan kenapa perangkat pertandingan berasal dari Timur Tengah, padahal ada wasit dari Jepang, Korea, Australia, dan Asia Tengah yang lebih netral,” ungkap Yunus.

Ia menegaskan bahwa keputusan AFC mencederai semangat fairness dan sportivitas. “Fairplay dan sportivitas itu penting, tapi unsur keadilan juga harus dijaga, apalagi kalau wasitnya satu kawasan,” tambahnya.

Gelombang kritik ini memperlihatkan kekecewaan luas terhadap AFC yang dinilai tidak transparan. Dengan tekanan dari berbagai pihak, publik kini menunggu apakah federasi tersebut akan meninjau ulang keputusan yang dianggap mencederai prinsip keadilan di dunia sepak bola Asia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!