Bogor, Domainrakyat.com – Pemerintah kota (Pemkot) Bogor, dalam hal ini Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau perkembangan kondisi infrastruktur jalan yang telah dilakukan perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang (DPUPR) di lokasi ruas Jalan Saleh Danasasmita, kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor selatan.
Saat ini tengah menjadi sorotan warga masyarakat, Pasalnya beberapa waktu lalu pasca terjadinya longsor pada tanah di pinggiran tebing jalan tersebut, akibat penurunan kontur tanah, sehingga menyebabkan munculnya retakan yang cukup signifikan pada ruas aspal jalan yang terdampak.
Insiden ini menimbulkan dampak negatif bagi warga yang melintas di jalan Mbah Dalem tersebut. Hal ini juga bisa membahayakan dan mengancam keselamatan para pengguna jalan dalam melintasi lokasi jalan tersebut.
Karena bisa mengakibatkan terjadinya rawan kecelakaan jika tidak cepat ditanggulangi. Maka harus adanya tindakan langkah yang preventif untuk mendapatkan solusinya, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, yang lebih buruk lagi.

Karena pemerintah kota bogor harus memprioritaskan keselamatan warga. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan dari warga, apakah akses jalan alternatif yang lain bisa dipercepat dibuka, usai terjadinya keretakan jalan aspal tersebut, sebagai langkah upaya untuk kemudahan warga dalam lalu lintas sehari-hari agar lebih efektif dan efisien waktu, sehingga tidak terlalu jauh melintas untuk jarak tempuhnya akses menuju kota setelah terjadinya kerusakan jalan tersebut.
Meski telah diperbaiki, Jalan Saleh Danasasmita belum bisa dilintasi kendaraan, karena masih menunggu rekomendasi dan perbaikan longsor dari Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), sebagai pemilik kewenangan. Dedie Rachim menginstruksikan kepada DPUPR Kota Bogor untuk memprioritaskan percepatan perbaikan Jalan Saleh Danasasmita akses alternatif lain bagi masyarakat.
“Jadi kita harus segera mengambil langkah teknis dan membuka akses alternatif jalan bagi masyarakat agar lalu lintas bisa kembali lancar, masyarakat bisa melaksanakan kegiatan sosial, ekonomi, dan lain-lain,” ujar Dedie Rachim, pada Minggu 1 Februari 2026.
Sementara itu, mengenai pembangunan trase baru yang sudah melalui pembebasan lahan oleh Pemerintah Kota Bogor, saat ini masih menunggu proses lelang di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Seperti yang disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bahwa telah teralokasikan anggaran sebesar Rp22,5 miliar untuk pembangunan jalan tersebut. Saat ini masih dalam proses menuju lelang, karena faktor administrasi yang harus ditempuh dalam sistem tata kelola keuangan di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Selanjutnya, Dedie Rachim, meminta DPUPR Kota Bogor untuk terus berkoordinasi dengan PUPR Provinsi Jawa Barat agar dapat membantu apa yang diperlukan dan bisa dilakukan oleh Kota Bogor.
“Sambil terus berkoordinasi dan menunggu, saya instruksikan kepada Kepala Dinas PUPR untuk memperbaiki jalan akses alternatif,” ujarnya.
Dari sisi teknis, Jalan Saleh Danasasmita tidak lagi memungkinkan digunakan sebagai akses jalan bagi kendaraan roda dua, karena berdasarkan menurut hasil penelitian geologi terdapat sumber mata air di bawah jalan.
Namun, karena dalam kondisi mendesak dan dalam keadaan kedaruratan terkait kebutuhan akses jalan bagi masyarakat, jalan tersebut beberapa waktu lalu sempat dibuka sementara untuk kendaraan roda dua, dengan terlebih dahulu dilakukan perbaikan tebingan, pembuatan sodetan atau saluran air, serta pemasangan bronjong oleh BTP Kelas I Bandung.
Setelah jalan dibuka kembali, tebing di samping jalan terjadi longsor kembali yang berdampak buruk pada retaknya aspal jalan. Selanjutnya, maka akses jalan tersebut kembali ditutup untuk sementara.
“Porsi kita dalam melakukan perbaikan jalan sudah dilaksanakan.
Namun, di bawah masih terdapat pergerakan tanah, karena adanya mata air aktif, kemudian ditambah curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan dorongan padat tanah yang sejak awal memang sudah labil. Ini yang kita carikan alternatif sampai kita memproses trase baru,”ujar Dedie Rachim.





