PolitikRamadhan

Tahun Ke-11 Tradisi Harmoni: Panitia Cap Go Meh 2026 Gelar Buka Puasa Bersama di Vihara Dhanagun Bogor 

Tahun Ke-11 Tradisi Harmoni: Panitia Cap Go Meh 2026 Gelar Buka Puasa Bersama di Vihara Dhanagun Bogor 

Kota Bogor, DomainRakyat.Com

Memasuki tahun ke-11 pelaksanaannya, Panitia Bogor Street Festival (BSF) Cap Go Meh (CGM) 2026 kembali menegaskan komitmen toleransi antarumat beragama. Arifin Himawan, selaku Ketua Panitia CGM-BSF 2026, memimpin langsung kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan di Vihara Dhanagun, Jalan Surya Kencana, Kota Bogor, pada Minggu, 1 Maret 2026. 

Dalam kegiatan yang menjadi rangkaian pembuka puncak Cap Go Meh tersebut, panitia mengundang ratusan anak yatim dan dhuafa dari enam kecamatan di Kota Bogor untuk berbuka puasa bersama.

Hadir pada kegiatan tersebut, Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Wamendagri, Bima Arya Sugiarto, Kepala BPN Kota Bogor, Dr. Akhyar Tarfi, S.ST., M.H, Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil dan tamu undangan lainnya.

Arifin Himawan menyampaikan bahwa meskipun perayaan Cap Go Meh tahun ini jatuh di tengah bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, hal tersebut tidak menjadi halangan, melainkan momentum untuk memperkuat persaudaraan. “Buka puasa bersama di vihara ini adalah tradisi rutin kami yang kini memasuki tahun ke-11. Ini adalah bukti nyata bahwa Bogor mampu merawat toleransi dan harmoni” ujar Arifin. 

Beririsan dengan bulan Ramadan, panitia melakukan sejumlah penyesuaian, seperti mengurangi durasi kegiatan dan parade budaya demi menghormati umat Muslim yang beribadah. Buka puasa bersama ini pun digelar sebelum puncak perayaan Cap Go Meh yang dipusatkan di Jalan Surya Kencana pada 3 Maret 2026.

Arifin menambahkan, sebanyak 400 anak yatim yang berasal dari enam kecamatan di Kota Bogor diundang untuk merasakan hangatnya kebersamaan di rumah ibadah umat Buddha tersebut.

“Jadi setiap kecamatan masing-masing ada 60 anak yatim kurang lebihnya yang datang ke acara bukber ini,” jelasnya.

​Senada dengan pesan yang dibawa Adityawarman Adil, pihak panitia berharap agar semangat kebersamaan ini tidak berhenti pada seremonial tahunan saja. Harmonisasi yang tercipta diharapkan menjadi pondasi kehidupan bertetangga di Kota Bogor.

​”Semoga kerukunan umat antar agama di Kota Bogor ini tetap harmonis seterusnya. Dan juga bisa selalu rukun hidup berdampingan,” tutup Arifin.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkokoh persatuan warga Bogor, di mana unsur kebudayaan Tionghoa dan keagamaan Islam saling beriringan dalam semangat kebersamaan. (Tim Kaperwil Redaksi Jawa Barat)

 

Exit mobile version