Scroll untuk baca artikel
IndralayaSumsel

Pungutan Restribusi PAD Terus Berjalan, Sopir Keluhkan Jalanan Timbangan KM 32 Indralaya Rusak Parah

Avatar photo
×

Pungutan Restribusi PAD Terus Berjalan, Sopir Keluhkan Jalanan Timbangan KM 32 Indralaya Rusak Parah

Sebarkan artikel ini

INDRALAYA,DOMAINRAKYAT —Jalan Timbangan KM 32 Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, kini tengah menjadi sorotan. Hal ini dikarenakan Kondisi terminal KM 32 yang memprihatinkan, banyak jalanan yang rusak parah.

Pada Selasa (25/02/25) terpantau oleh tim awak media bahwa dijalur masuk ke dalam terminal KM 32 Indralaya, rusak parah, terdapat lobang- lobang besar mengganggu kendaraan yang melintas.

Pengguna kendaraan umum maupun pribadi keluhkan hal yang sama, Karena harus berjibaku untuk dapat melintas dijalan yang lebih bagus, agar laju kendaraan lancar dan tidak menggores bagian bawah kendaraan.

Seperti Edi halnya, sebagai sopir ia sering melewati jalur tersebut. Diungkapnya kondisi jalan ini sudah lama rusak.

“Ya, itu bisa dilihat. Jalanan pada rusak, sudah cukup lama,” ujarnya saat ditanyai wartawan

Jalanan terminal menurutnya telah merusak ban dan suspensi mobilnya, seringkali terjadi ketika lewat jalan Terminal KM 32.

“Semoga segera ada perbaikan, saya tiap lewat sini selalu pecah ban atau suspensi rusak. Parah memang rusaknya. Padahal tiap kali melintasi jalan terminal 32 ini, saya lihat sopir truk barang dimintai retribusi sebesar 10 ribu rupiah ” terangnya.

Edi turut mempertanyakan kemana hasil retribusi mobil angkutan barang, dan hasil PAD tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (KADISHUB) Ogan Ilir Erwin Sani S.Sos, M.Si menerangkan via telphon WhatsApp pada Selasa (25/02/25). Bahwa jalan sudah rusak selama 4 tahun, bahkan dari sebelum ia menjabat.

“Terminal KM 32 ini juga termasuk aset provinsi sekitar 3 tahun, kalau tidak salah. Namun Sudah 4 tahun dikelola Dishub Provinsi, termasuk juga personil Dishub penagih retribusi PAD dari provinsi.” Jelasnya.

Saat dimintai nomor handphone kepala terminal, Erwin mengatakan bahwa keberadaan Kepala Terminal saat ini belum ada yang baru, karena yang sebelumnya meninggal dunia dua bulan lalu. Tapi akan dikonfirmasi lebih lanjut lagi, agar bisa berkomunikasi perihal persoalan jalan timbangan KM 32

(Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *