Banyuasin,domainrakyat.com— Kondisi memprihatinkan menghiasi lingkungan sekitar ruang rawat inap Rumah Sakit Sukajadi Banyuasin. Pemandangan rumput liar yang tumbuh tak terkendali serta bangunan bekas aset milik PDAM Tirta Betuah memberikan kesan kumuh dan seolah tidak terurus. Situasi ini tidak hanya mengganggu estetika lingkungan rumah sakit, tetapi juga menimbulkan keresahan bagi pasien dan keluarga yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan(15/04/2025).
Aset berupa bak penampung air yang ditinggalkan oleh pihak PDAM Tirta Betuah berada tepat di depan dan samping bangunan ruang rawat inap. Bangunan tersebut sudah lama tidak difungsikan lagi, namun belum ada tanda-tanda perawatan maupun rencana pembongkaran. Tak ayal, struktur bangunan yang mulai rusak ini menjadi pemandangan yang kontras di antara fasilitas kesehatan yang seharusnya memberikan rasa nyaman dan aman.
Salah satu pengunjung rumah sakit, Ratna (39), mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. “Seharusnya rumah sakit itu tempat yang bersih dan nyaman. Tapi kalau lihat rumput tinggi dan bangunan kosong seperti ini, malah terkesan horor dan menyeramkan,” ujarnya.
Tidak hanya pengunjung, beberapa staf medis pun mengeluhkan kondisi ini. Selain merusak pemandangan Bak Penampung Bekas PDAM Tirta Bertuah, rumput liar dan bangunan terbengkalai juga dikhawatirkan menjadi sarang nyamuk dan hewan liar yang dapat mengganggu kenyamanan serta kesehatan pasien.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PDAM Tirta Betuah mengenai keberadaan aset yang mereka tinggalkan di area rumah sakit.
Masyarakat berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, PDAM Tirta Betuah, dan manajemen RS Sukajadi untuk segera menata ulang area tersebut. Upaya ini dinilai penting guna menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih bersih, nyaman, dan layak sebagai tempat pemulihan kesehatan.
Kondisi lingkungan sekitar fasilitas kesehatan mencerminkan kualitas dan komitmen pelayanan. Maka dari itu, perhatian serius terhadap aset terbengkalai ini menjadi kebutuhan mendesak yang tak bisa lagi diabaikan.
(Andre)
