Banyuasin,domainrakyat.com-Setelah resmi diluncurkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin pada 20 Juni 2025 lalu, proyek rehabilitasi Jembatan Pulau Rimau yang digadang-gadang akan segera dimulai, justru menunjukkan tanda-tanda stagnan. Hampir 10 hari berlalu sejak seremoni launching, namun di lapangan, nyaris tak ada aktivitas signifikan dari pihak pelaksana proyek.
Warga mulai mempertanyakan keseriusan pelaksanaan proyek senilai Rp 5 miliar tersebut. Pasalnya, hingga kini, hanya terlihat belasan batang besi yang dibawa ke lokasi tanpa ada kegiatan konstruksi lanjutan. Bahkan, pos jaga proyek pun masih kosong dan tak berpenghuni.
Aktivis Banyuasin, Sepriadi Pratama, angkat bicara soal kondisi ini.
“Saya merasa lucu melihat pola kerja seperti ini. Proyek yang katanya urgent, bahkan sudah diluncurkan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati, tapi kenyataannya seperti proyek main-main. Harusnya dalam tempo 40 hari kerja, tapi 10 hari awal saja sudah tak jelas,” ujarnya.
Sepriadi juga menegaskan bahwa masyarakat Pulau Rimau bisa merasa “kena prank” jika progres proyek tetap nihil. “Ini menyangkut infrastruktur vital masyarakat. Kalau tidak ada keseriusan, jangan buat seremoni seolah-olah proyek sudah siap dijalankan,” tambahnya.
Masyarakat kini menunggu kejelasan dari pihak pemenang tender dan dinas terkait. Mereka berharap proyek rehabilitasi jembatan ini benar-benar direalisasikan, bukan hanya janji dan simbolisasi semata.
Media akan terus memantau perkembangan proyek ini dan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik.
(Adi.p)





