BanyuasinNews

Pabrik Air Minum Betuah Mangkrak, Kritik Pedas Mengguncang Pemerintah Banyuasin

Banyuasin,domainrakyat.com — Proyek ambisius pabrik air minum dalam kemasan merek Betuah, yang dulu dibanggakan sebagai inovasi kebanggaan Kabupaten Banyuasin, kini justru memicu gelombang kritik keras dari masyarakat. Pabrik yang dibangun di Kelurahan Sukamoro, Kecamatan Talang Kelapa, dengan dana APBD yang disebut mencapai puluhan miliar rupiah, kini terbengkalai tanpa kejelasan arah.

Salah satu aktivis Banyuasin, Sepriadi Pratama, mengaku miris melihat kondisi pabrik tersebut. “Coba Anda bayangkan, pabrik yang sudah berdiri megah, mesin-mesin yang dibeli dengan uang rakyat, kini hanya menjadi pajangan tak berguna. Ini jelas menunjukkan kegagalan perencanaan sejak awal,” ujarnya tegas.

Skroll untuk Melanjutkan
Advertising

Menurut Sepriadi, kegagalan ini bukan hanya soal infrastruktur mangkrak, tetapi juga soal hilangnya kesempatan kerja bagi masyarakat Banyuasin. “Seandainya pabrik ini berjalan, berapa banyak tenaga kerja lokal yang bisa diserap? Berapa banyak keluarga yang terbantu? Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat,” tambahnya.

Masyarakat kini mempertanyakan komitmen dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam membangun daerah. Proyek yang semula digembar-gemborkan sebagai sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan peluang kerja, justru berubah menjadi simbol pemborosan anggaran.

Komentar Kritis:
Pemerintah Banyuasin harus segera memberikan penjelasan resmi terkait nasib pabrik Betuah ini. Ketidakjelasan ini hanya memperparah ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Jangan sampai anggaran rakyat yang sudah dikucurkan hanya berakhir sebagai proyek mercusuar tanpa manfaat. Jika memang ada masalah hukum atau teknis, pemerintah harus transparan, bukan diam seribu bahasa.

Pabrik air minum Betuah semestinya bisa menjadi salah satu tonggak kemandirian ekonomi daerah dan penggerak kesejahteraan masyarakat. Kini, proyek tersebut justru menjadi monumen kegagalan perencanaan dan buruknya tata kelola pemerintahan.

Masyarakat Banyuasin layak menuntut: mau dibawa ke mana pabrik Betuah ini? Apakah akan dihidupkan, dijual, atau sekadar dibiarkan menjadi besi tua? Pemerintah harus segera bertindak sebelum kepercayaan publik semakin runtuh.

(Adi.P)

Exit mobile version