Banyuasin,domainrakyat.com– Sejumlah pemuda menggelar aksi damai di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuasin, Senin (16/9), menyoroti kondisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Betuah yang dinilai kian memprihatinkan. Mereka mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penyimpangan dana hibah yang mengalir ke perusahaan daerah tersebut.
Dalam orasinya, massa aksi mengklaim membawa sejumlah data yang disebut sebagai bukti adanya indikasi korupsi pada dana hibah PDAM Tirta Betuah Banyuasin tahun anggaran 2021 hingga 2024. Dana yang seharusnya digunakan untuk pelayanan masyarakat diduga kuat tidak sesuai peruntukannya.
“Patut diduga dana hibah tersebut dipakai secara siluman dan tidak transparan. Dari pimpinan hingga jajaran karyawan PDAM diduga ikut terlibat dalam praktik korupsi yang sangat masif,” tegas Koordinator Aksi, Panji Al Fatih.
Massa menuntut Kejari Banyuasin segera menetapkan tersangka terhadap pihak yang dianggap paling bertanggung jawab. Nama yang disorot dalam tuntutan tersebut adalah mantan Direktur PDAM Tirta Betuah periode 2019–2023 Sri Hartini, serta Direktur periode 2024, Zainal Makmun, beserta jajarannya.
Mereka menegaskan bahwa praktik dugaan korupsi hibah PDAM bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga melanggar hak dasar masyarakat atas pelayanan air bersih.
Menurut Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, “Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.”
Selain itu, massa juga menyinggung kewajiban pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Pasal 298 ayat (5) UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menyebutkan bahwa “Belanja hibah harus digunakan sesuai peruntukannya dan dipertanggungjawabkan secara transparan.”
“Kami berdiri di sini untuk mendukung Kejari memberantas korupsi. Jangan sampai uang rakyat terus-menerus dikorupsi, sementara pelayanan air bersih tetap tidak maksimal,” seru salah satu orator.
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Usai menyampaikan aspirasi, massa meninggalkan lokasi dengan tertib.





