Scroll untuk baca artikel
PALEMBANGPeristiwa

Guru Ngaji Diusir Lurah Talang Betutu Saat Urus Validasi Meteran PLN untuk Musholah

Avatar photo
×

Guru Ngaji Diusir Lurah Talang Betutu Saat Urus Validasi Meteran PLN untuk Musholah

Sebarkan artikel ini

Palembang,domainrakyat.com — Niat tulus seorang guru ngaji bernama Rumala Dewi (52), warga Desa Sukamulya, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, untuk mengurus validasi pemasangan meteran PLN bagi musholah tempat anak-anak mengaji, justru berujung pada perlakuan tidak pantas dari Lurah Talang Betutu, Dian Perdana, S.H., M.Si.

Dewi datang ke kantor kelurahan dengan membawa berkas lengkap guna memanfaatkan program pemasangan meteran listrik gratis dari PLN. Namun, bukannya mendapat pelayanan sebagaimana mestinya, Dewi malah dihadapkan pada sikap arogan dan pengusiran oleh lurah saat berbicara di ruang kantor.

Dalam video berdurasi 59 detik yang beredar, terlihat Lurah Talang Betutu berbicara dengan nada tinggi dan mengusir Dewi keluar dari ruangan. Padahal, Dewi hanya bermaksud mengurus administrasi untuk kepentingan ibadah masyarakat.

Dewi mengaku kecewa atas perilaku sang lurah. “Saya hanya ingin anak-anak bisa mengaji dengan nyaman, tapi malah diusir dan dimarahi seperti itu,” ujarnya dengan nada sedih.

Sikap arogansi pejabat publik terhadap warga merupakan bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang menegaskan bahwa setiap penyelenggara layanan wajib memberikan pelayanan secara ramah, adil, transparan, dan tanpa diskriminasi.

Selain itu, tindakan tersebut juga dapat dikategorikan melanggar Kode Etik Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagaimana diatur dalam PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, yang mewajibkan pejabat bersikap sopan, profesional, serta menghormati masyarakat pengguna layanan.

Masyarakat berharap Wali Kota Palembang dan pihak inspektorat segera menindaklanjuti kasus ini agar tidak menjadi preseden buruk bagi citra pelayanan publik di tingkat kelurahan.

(Kennedy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *