Banyuasin,domainrakyat.com— Ketegangan antara warga Desa Pangkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa, dengan perusahaan PT Swarna Cinde Raya (SCR) terus memanas. Sekitar 200 hektar tanah garapan masyarakat yang telah dikelola secara turun-temurun diduga diserobot dan dikuasai perusahaan tanpa proses yang jelas dan tanpa persetujuan warga.
Konflik yang telah berlangsung sejak tahun 2018 ini menyebabkan ratusan warga kehilangan sumber mata pencaharian, dan menimbulkan keresahan sosial serta ekonomi yang semakin lama semakin terasa dampaknya.
Merasa haknya dirampas, warga melakukan aksi demonstrasi dan mendesak DPRD Banyuasin untuk turun tangan. Mereka menuntut agar DPRD segera memanggil pihak perusahaan, Dinas Perkebunan, hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN), guna mencari penyelesaian yang adil dan transparan.
Namun, setelah rapat pembahasan di DPRD dan janji tindak lanjut dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum termasuk gelar perkara oleh Polda Sumatera Selatan, warga mengaku belum melihat hasil konkret.
Sudah lebih dari dua bulan janji tindak lanjut dari DPRD Banyuasin tak kunjung direalisasikan. Warga menilai, proses penyelesaian hanya sebatas retorika tanpa tindakan nyata.
“Kami sudah terlalu sering diminta bersabar, tapi sampai kapan? Tanah tempat kami hidup malah dikuasai perusahaan. DPRD jangan hanya janji — kami butuh keadilan,” tegas salah satu tokoh masyarakat Pangkalan Benteng.
Masyarakat kini mempertanyakan keberpihakan pemerintah, dan menduga ada ketidakjelasan proses hukum serta keterlambatan penegakan keputusan yang merugikan warga.
Warga menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti sampai hak atas tanah dikembalikan dan kepastian hukum ditegakkan.
Warga menuntut Pengembalian lahan garapan rakyat.Transparansi proses hukum. Pemanggilan dan penindakan terhadap PT SCR oleh DPRD dan instansi terkait.
Kasus ini kini menjadi simbol perlawanan warga terhadap dugaan perampasan tanah dan lambannya penegakan hukum di Banyuasin.
Pertanyaannya: apakah keadilan hanya akan jadi janji, atau benar-benar diwujudkan?





