Scroll untuk baca artikel
BanyuasinNews

Unik dan Mengundang Tanya Masyarakat, TK Adhyaksa VII Sukajadi Dijaga Satpol PP Setiap Hari

Avatar photo
×

Unik dan Mengundang Tanya Masyarakat, TK Adhyaksa VII Sukajadi Dijaga Satpol PP Setiap Hari

Sebarkan artikel ini

Banyuasin,domainrakyat.com – Sebuah pemandangan yang tak biasa dan cukup mengundang perhatian terjadi setiap hari di Taman Kanak-Kanak (TK) Adhyaksa VII yang terletak di kawasan Sukajadi, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Pasalnya, sekolah usia dini ini dijaga ketat oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuasin setiap harinya(14/04/2025).

Pemandangan unik dan sedikit mencengangkan ini sontak menjadi buah bibir warga sekitar maupun para pengguna jalan yang melintas di depan sekolah tersebut. Tidak sedikit dari mereka yang penasaran, bahkan mempertanyakan alasan di balik kehadiran Satpol PP sebagai petugas keamanan tetap di sekolah anak-anak tersebut.

“Saya heran, kok TK dijaga Satpol PP setiap hari. Biasanya sekolah cuma pakai satpam saja. Ini malah seperti kantor pemerintahan saja,” ujar Rina (38), seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi sekolah.

Warga lainnya bahkan menyuarakan keheranan yang lebih jauh. “Kalau dijaga Satpol PP terus, siapa yang bayar gaji mereka? Apa karena ini TK milik kejaksaan, jadi perlakuannya beda dengan TK lainnya?” kata Toni (42), seorang pengendara yang kerap melintas di depan TK Adhyaksa VII.

Sebagai informasi, TK Adhyaksa VII Sukajadi memang berada di bawah naungan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, organisasi istri-istri pegawai Kejaksaan Republik Indonesia. Hal ini memunculkan dugaan bahwa keterlibatan Satpol PP dalam menjaga sekolah ini berkaitan erat dengan status kepemilikan dan institusinya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP Banyuasin maupun dari pengelola TK Adhyaksa VII terkait dasar penugasan personel pengamanan tersebut. Namun kehadiran aparat penegak Perda itu tetap berlangsung setiap hari dengan pakaian dinas lengkap.

Fenomena ini tak hanya menciptakan rasa penasaran, namun juga membuka perbincangan publik soal penggunaan personel negara untuk kepentingan institusi pendidikan non-formal yang seharusnya bisa menggunakan jasa petugas keamanan biasa.

Apakah benar ada alasan khusus yang belum diketahui publik? Ataukah ini bentuk sinergi antar institusi? Jawaban-jawaban tersebut masih menjadi tanda tanya besar yang menggantung di tengah masyarakat Sukajadi, Banyuasin.

(Sepri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *