Banyuasin,domainrakyat.com-Kondisi jalan dari Desa Pangkalan Benteng Banyuasin menuju Kelurahan Talang Betutu, Kota Palembang, kini tercemar tumpukan sampah yang menjalar di sepanjang pinggir jalan. Tak hanya mencemari lingkungan, tumpukan sampah yang telah menahun itu juga menebarkan bau busuk yang menyengat dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Warga sekitar mengeluhkan kondisi yang semakin memburuk dari hari ke hari. Jhon, salah satu pengguna jalan, mengaku terganggu setiap kali melintasi lokasi tersebut.
“Lihat saja sekarang, sampah di sini hampir 100 meter lebih. Kalau dibiarkan, mungkin bisa sampai ke ujung jalan Sano,” kata Jhon kepada DomenRakyat.com, Minggu (22/6).
Ia menambahkan, saat hujan turun, kondisi jalan semakin parah. “Kami selalu menutup hidung karena aromanya busuk. Kalau hujan, jalan ini jadi licin karena air dari sampah mengalir ke badan jalan. Sangat berbahaya,” ujarnya.
Tak hanya warga, aktivis lingkungan Banyuasin, Sepriadi Pratama, juga angkat suara menanggapi persoalan ini. Ia mengecam keras kelalaian pemerintah setempat yang dinilai abai terhadap persoalan kebersihan.
“Ini bukan sekadar persoalan bau atau estetika. Ini sudah masuk kategori darurat lingkungan. Pemerintah harus segera bertindak. Sampah yang dibiarkan menumpuk tanpa penanganan adalah bentuk kegagalan dalam tata kelola sampah,” tegas Sepriadi.
Menurutnya, perlu ada tindakan cepat dari pemerintah Desa Pangkalan Benteng maupun Kabupaten Banyuasin untuk menertibkan dan membersihkan area tersebut.
“Harus ada sanksi tegas bagi pelaku pembuangan sampah liar. Selain itu, pemerintah juga wajib menyediakan tempat pembuangan yang layak serta rutin melakukan pengangkutan,” tambahnya.
Warga berharap kondisi ini segera direspons serius oleh pihak terkait sebelum berdampak lebih luas pada kesehatan masyarakat dan keselamatan pengguna jalan. Hingga berita ini dimuat, belum tampak adanya upaya pembersihan maupun papan larangan dari instansi terkait.
(Adi.p)





