BANYUASIN, Domainrakyat.com- Sengketa tanah di Desa Pangkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, yang sempat viral di media online, masih belum menemui titik terang. Meski situasi tampak tenang, warga desa semakin serius dalam perjuangan mereka untuk merebut kembali hak atas tanah yang mereka klaim telah dirampas oleh PT Swarna Cinderaya dan mafia tanah.
Pada Minggu, 18 Agustus 2024, warga Pangkalan Benteng kembali berkumpul di rumah salah satu warga berinisial AS (39). Dalam pertemuan itu, mereka menegaskan tekad untuk terus memperjuangkan tanah di kawasan Sungai Gulang Gulang dan Nipah Kuning.
IM (50), perwakilan warga, dalam wawancaranya menyatakan kekecewaan terhadap proses penanganan yang tak kunjung tuntas. Ia menyebut bahwa berbagai upaya, mulai dari mediasi di tingkat pemerintah daerah hingga istana presiden, belum memberikan hasil yang memuaskan sejak 2022.
“Mediasi sudah dilakukan dari Pemkab Banyuasin, kepolisian, hingga Mabes Polri dan istana presiden, namun hingga sekarang belum ada penyelesaian,” ujar IM. Ia juga menegaskan, jika upaya damai terus menemui jalan buntu, warga siap mengambil tindakan sendiri.
Senada dengan itu, HR, warga lain yang mengaku tanahnya juga dirampas, menyatakan bahwa warga sudah lelah dengan masalah ini, namun tetap bersikukuh pada dua tuntutan: pengembalian tanah atau pembayaran sesuai aturan.
“Kami sudah bosan, tapi tidak berarti kami akan mundur. Kami hanya menuntut dua hal: kembalikan tanah kami atau bayar sesuai aturan,” ujar HR. “Jika tidak, kami tidak bisa menjamin bahwa warga tidak akan turun ke lapangan untuk menduduki lahan.”
Beberapa warga lain memilih diam, namun raut wajah mereka menunjukkan kemarahan dan kekecewaan mendalam. Seorang tokoh masyarakat yang turut mengalami hal serupa mengungkapkan bahwa perkara ini telah melibatkan Kemenkumham Sumsel, namun ia enggan mengungkapkan perkembangan lebih lanjut.
Sengketa tanah ini telah menjadi perhatian banyak pihak, dan warga Pangkalan Benteng kini menunggu dengan harap-harap cemas untuk melihat apakah perjuangan mereka akan membuahkan hasil.





