Teknologi

Kiamat Bumi Mengintai: Asteroid Raksasa Ancam Hantam pada 2032

4
kiamat bumi
Ilstrasi

Jakarta – Ancaman kiamat bumi kembali mencuat setelah ilmuwan internasional memperingatkan bahwa sebuah asteroid raksasa, berukuran sebanding dengan Menara Pisa di Italia, berpotensi menghantam Bumi pada Desember 2032. Prediksi ini membuat dunia diliputi kecemasan sekaligus menimbulkan perdebatan serius tentang kesiapan manusia menghadapi ancaman kosmik.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah China mulai menyiapkan pasukan khusus pertahanan planet. Lembaga Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional (SASTIND) secara resmi merilis pengumuman rekrutmen terbuka untuk mencari lulusan muda yang loyal, cerdas, serta fokus pada bidang kedirgantaraan, deteksi asteroid, dan kerja sama internasional.

Langkah berani ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian global terhadap asteroid bernama 2024 YR4, yang kini berada di urutan teratas daftar risiko badan antariksa Eropa dan Amerika Serikat. Probabilitas asteroid tersebut menabrak Bumi terus meningkat: dari awalnya 1,3% menjadi 2,2%, lalu naik lagi ke 2,6% dan terakhir mencapai 3,1%.

Situasi ini membuat Kelompok Penasihat Perencanaan Misi Antariksa PBB, yang beranggotakan negara-negara dengan program antariksa besar termasuk China, harus rutin mengadakan pertemuan darurat. Semua mata kini tertuju pada upaya internasional untuk mencegah ancaman yang bisa menyeret dunia pada skenario kiamat bumi paling menakutkan.

Dalam iklan rekrutmen yang diunggah lewat WeChat, SASTIND menawarkan 16 posisi baru, termasuk tiga posisi khusus untuk pasukan pertahanan planet. Kandidat yang dicari adalah lulusan berusia di bawah 35 tahun, dengan gelar master atau lebih tinggi di bidang astrofisika, teknologi eksplorasi ruang angkasa, dan ilmu kedirgantaraan. Selain kecakapan teknis, syarat politik juga ditekankan: harus memiliki loyalitas penuh pada Partai Komunis China dan ideologi Presiden Xi Jinping.

Pengumuman ini memicu diskusi luas di media sosial China. “Bumi akan bergantung pada kalian. Bukankah itu membuat stres?” tulis seorang pengguna Weibo. Komentar lain menimpali, “Jika berhasil, kalian adalah pahlawan yang menyelamatkan dunia.” Namun, ada pula nada sinis, “Kalau gagal, toh tidak ada yang akan menghukum—karena tidak ada lagi yang tersisa.”

SASTIND menegaskan bahwa pasukan baru ini akan berfokus pada riset teknologi eksperimental, pemantauan asteroid dekat Bumi, serta sistem peringatan dini. Dengan ancaman nyata yang semakin dekat, langkah ini menjadi salah satu simbol keseriusan umat manusia dalam melawan bahaya kosmik yang berpotensi mengakhiri peradaban.

Exit mobile version