Scroll untuk baca artikel
InternasionalTimur Tengah

Apakah Bom Penghancur Bunker AS Mampu Lumpuhkan Fasilitas Nuklir Iran? Simak Analisis Pengamat

7
×

Apakah Bom Penghancur Bunker AS Mampu Lumpuhkan Fasilitas Nuklir Iran? Simak Analisis Pengamat

Sebarkan artikel ini
bom penghancur bunker AS
Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Fordow (Foto: Istimewa)

Domain Rakyat – Apakah bom penghancur bunker AS benar-benar mampu menghancurkan fasilitas nuklir Iran seperti Fordow? Pertanyaan ini mencuat di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Sahil Shah, seorang analis kebijakan senjata nuklir yang berbasis di London, memberikan pandangannya soal efektivitas senjata ini dalam membendung ambisi nuklir Iran.

Menurut Shah, terdapat banyak simulasi hipotetis tentang kemungkinan serangan terhadap Fordow. Namun, ia menekankan bahwa solusi militer bukanlah pendekatan yang ideal dalam menghentikan program nuklir Iran. “Bahkan jika Fordow dihancurkan sepenuhnya, Iran tetap memiliki kemampuan untuk membangun kembali programnya,” ujarnya.

Program Nuklir Iran Tak Semudah Dilenyapkan

Iran telah mengembangkan keahlian dan infrastruktur nuklir selama puluhan tahun. Pengalaman panjang ini membuat Iran mampu memulihkan fasilitas yang rusak dalam waktu relatif singkat. “Iran tidak hanya memiliki sumber daya, tapi juga tekad untuk terus melanjutkan program pengayaan uraniumnya,” jelas Shah.

Serangan militer mungkin hanya memberi jeda sementara, namun berisiko memicu dorongan lebih besar dari Iran untuk mempercepat proses pengayaan, bahkan menuju potensi persenjataan nuklir. “Langkah semacam itu justru bisa mendorong Iran semakin menjauh dari kerangka pengawasan internasional,” kata Shah.

Ketimpangan Internasional dan Dilema Non-Proliferasi

Shah juga menyoroti ketimpangan internasional terkait senjata nuklir. Ia menyebut bahwa Israel, yang diketahui memiliki senjata nuklir, tidak dikenai sanksi internasional meskipun berada di luar perjanjian non-proliferasi. Sebaliknya, Iran yang mengklaim program nuklirnya bersifat damai justru terus ditekan.

“Ketika satu negara diizinkan melakukan apa pun tanpa konsekuensi, dan negara lain dikecam meski programnya damai, itu menciptakan standar ganda yang merusak kepercayaan terhadap sistem internasional,” pungkasnya.

Dalam situasi ini, muncul keraguan apakah bom penghancur bunker AS akan menjadi solusi jangka panjang, atau justru memperumit dinamika geopolitik di kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *