InternasionalTimur Tengah

Israel dan Amerika Serang Iran, Ayatollah Ali Khamenei Diamankan dari Teheran

israel dan amerika
Ilustrasi perang Iran vs Israel/AS (Domainrakyat.com/AI)

Jakarta, Domainrakyat.com – Ketegangan global kembali memuncak setelah israel dan Amerika melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Sabtu waktu setempat. Operasi yang disebut sebagai “serangan pendahuluan” itu menargetkan sejumlah titik strategis, termasuk wilayah sekitar Teheran dan Isfahan. Di tengah eskalasi tersebut, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan telah dipindahkan dari ibu kota ke lokasi yang dirahasiakan demi alasan keamanan.

Menteri Pertahanan Israel, Katz, menyatakan bahwa operasi ini dilakukan untuk menghilangkan ancaman langsung terhadap negaranya.

“Negara Israel melancarkan serangan pendahuluan pada Iran untuk menghilangkan ancaman pada Israel,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Sabtu (28/2/2026).

Pernyataan itu menegaskan bahwa serangan bukan langkah spontan, melainkan bagian dari strategi yang telah disusun matang selama berbulan-bulan.

Menurut pejabat pertahanan Israel, rencana ini juga dikoordinasikan dengan Amerika Serikat. Bahkan, penentuan tanggal pelaksanaan serangan disebut melibatkan diskusi intensif dengan Washington. Laporan The New York Times yang mengutip pejabat Amerika Serikat menyebutkan bahwa operasi terhadap Iran memang tengah berlangsung saat pernyataan resmi dirilis.

Aliansi Tel Aviv–Washington dan Bayang Nuklir Teheran

Aliansi Tel Aviv–Washington kembali menjadi sorotan dunia. Pemerintah Israel sejak lama menegaskan bahwa setiap kesepakatan dengan Iran harus mencakup pembongkaran infrastruktur nuklir secara menyeluruh, bukan sekadar penghentian sementara pengayaan uranium. Israel juga melobi agar pembatasan program rudal balistik Iran dimasukkan dalam agenda negosiasi.

Sementara itu, pada Februari lalu, Amerika Serikat dan Iran sebenarnya sempat memperbarui pembicaraan guna meredakan ketegangan yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Upaya diplomasi tersebut bertujuan mencegah konfrontasi militer terbuka. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa jalur diplomasi belum mampu meredam kecurigaan mendalam antara kedua pihak.

Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengakui keterlibatan militer negaranya dalam operasi tersebut. Dalam video yang diunggah melalui akun Truth Social, ia mendesak Garda Revolusi Islam untuk menyerah. Trump menuduh Iran berupaya membangun kembali program nuklir dan mengembangkan rudal jarak jauh yang mengancam kepentingan Amerika dan sekutunya.

“Anda akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan total atau Anda akan menghadapi kematian yang pasti,” tegas Trump.

Trump bahkan menyatakan AS akan menghancurkan industri rudal Iran dan melumpuhkan kekuatan angkatan lautnya jika ancaman tidak dihentikan.

Sirene di Israel, Ledakan di Teheran

Di Teheran, media lokal melaporkan sejumlah ledakan terdengar keras pada Sabtu pagi. Sambungan seluler dan internet di beberapa wilayah Iran dilaporkan mati total, memicu kepanikan warga. Serangan rudal disebut mengarah ke fasilitas strategis di ibu kota dan kota Isfahan.

Sementara itu di Israel, sirene peringatan berbunyi pada pukul 08.15 waktu setempat sebagai tanda potensi serangan balasan. Militer Israel langsung menutup sekolah dan tempat kerja, kecuali sektor esensial. Wilayah udara ditutup untuk penerbangan sipil, dan otoritas bandara meminta masyarakat tidak mendatangi bandara.

Langkah-langkah darurat tersebut memperlihatkan kesiapan menghadapi kemungkinan eskalasi lebih luas. Situasi ini bukan sekadar konflik bilateral, tetapi berpotensi memicu ketidakstabilan regional bahkan global.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran mengenai skala kerusakan atau jumlah korban. Dunia kini menahan napas, menunggu apakah konflik ini akan berhenti pada operasi terbatas atau berkembang menjadi perang terbuka yang lebih besar.

Exit mobile version