Scroll untuk baca artikel
NewsTravel

Sejumlah Pengelola Penginapan di Kawasan Wisata Bira Mengeluh Tidak Lagi Dapat Pemasukan Sejak Adanya Aktivitas Camping di Sekitar Pantai Bara

705
×

Sejumlah Pengelola Penginapan di Kawasan Wisata Bira Mengeluh Tidak Lagi Dapat Pemasukan Sejak Adanya Aktivitas Camping di Sekitar Pantai Bara

Sebarkan artikel ini
Aktifitas perkemahan di pantai Bara di Bira Bulukumba. (dok. Ismail Saleh)

Bulukumba, Domainrakyat.com – Sejumlah pengelola penginapan di kawasan obyek wisata Tanjung Bira , Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mengeluhkan berkurangnya pendapatan akibat jarangnya pengunjung yang menyewa penginapan.

Beberapa sumber menyebutkan, berkurangnya pendapatan pengelola penginapan akibat adanya aktifitas Camping (perkemahan) oleh pengunjung di kawasan pantai Bara yang masih berada di dalam kawasan wisata Tanjung Bira.

Basri, salah satu pemilik penginapan mengungkap, penginapannya sudah jarang disewa oleh pengunjung sejak adanya aktifitas Camping di sekitar pantai. Para pengunjung lebih memilih membangun tenda daripada menginap di villa.

“Sejak dua tahun terakhir ini sudah Jarang sekali ada yang menginap. Bahkan, beruntung kalau ada yang menyewa satu atau dua orang dalam seminggu,” ungkap pemilik penginapan Bukit Salwa itu kepada wartawan, Minggu (27/08/2023).

Basri juga mengungkap, ia dulunya taat membayar pajak, tetapi karena pemasukannya sangat kurang, ia kadang menolak untuk membayar.

“Apa mau dipakai bayar pajak? Untuk bayar air dan listrik saja tidak cukup, mana lagi biaya perawatan” paparnya.

Basri menuturkan, sejak adanya aktifitas Camping dua tahun terakhir ini, pendapatannya menurun drastis hingga 70 persen.

“Jika dibandingkan dulu, pendapatan yang masuk hanya 30 persen, bahkan kurang dari itu,’ tuturnya.

Basri menambahkan, wisatawan lebih memilih mendirikan tenda daripada menyewa kamar kemungkinan disebabkan tingginya tarif restribusi yang harus dibayar atau mungkin adanya faktor lain.

Senada dengan itu, Haji Fahruddin, pemilik penginapan Embayya juga mengeluhkan hal yang sama. Ia bahkan mengatakan, dalam seminggu terkadang tidak ada penyewa sama sekali.

“Sejak adanya aktifitas Camping oleh pengunjung, kadang tidak ada sama sekali penyewa dalam seminggu. Wisatawan lebih memilih membangun tenda,” ungkapnya kepada wartawan, Minggu (27/08/2023).

Haji Fahruddin berharap, pemerintah memperhatikan nasib para pengelola penginapan dan segera membuat kebijakan yang mampu membuat pendapatan para pengelola penginapan kembali normal.

“Tolong, kepada pemerintah agar memperhatikan juga nasib kami dan mencari solusi agar kondisi ini bisa membaik,” tutupnya.

Sampai berita ini ditayangkan, Dinas Pariwisata Bulukumba selaku pengelola kawasan obyek wisata Bira masih enggan memberi tanggapan terkait permasalahan di atas.

 

Laporan: Ismail Saleh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *