Scroll untuk baca artikel
News

Wali Kota Terima Audiensi Ketua DMI dan Kakan Kemenag Kota Lubuk Linggau

Avatar photo
×

Wali Kota Terima Audiensi Ketua DMI dan Kakan Kemenag Kota Lubuk Linggau

Sebarkan artikel ini

Domainrakyat.com-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat secara bersamaan menerima audiensi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Lubuk Linggau, H Murdiyanto dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Lubuk Linggau, H Hasanudin di ruang kerjanya, Rabu (27/8/2025).

Pertemuan ini membahas sejumlah isu penting, mulai dari pemerataan jumlah siswa di sekolah hingga optimalisasi fungsi masjid di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, wali kota menyampaikan perhatiannya terhadap rendahnya jumlah siswa yang mendaftar di SMA Negeri 7 Lubuk Linggau.

BACA JUGA:  Polres Madiun Ungkap Puluhan Kasus Penyakit Masyarakat dalam Operasi Pekat Semeru 2026

Menyikapi hal tersebut, dirinya berharap kedepan, harus ada pemerataan jumlah siswa di seluruh sekolah negeri dan madrasah di Kota Lubuk Linggau.

“Jika memungkinkan, gedung SMA Negeri 7 yang saat ini menjadi aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dapat dimanfaatkan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Pemkot Lubuk Linggau siap mendukung apabila bangunan tersebut bisa digunakan untuk boarding school MAN,” ujarnya.

Namun lanjut dia, pemanfaatan aset ini  harus menunggu regulasi dan persetujuan dari Pemprov Sumsel.

BACA JUGA:  DPRD Kabupaten Musi Rawas Luncurkan Terobosan Baru : Aplikasi Sistem Manajemen Aspirasi dan Risalah Terpadu (SMART)

Jika disetujui untuk dihibahkan kepada Kementerian Agama, maka Kemenag segera dapat memanfaatkan gedung dimaksud untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

“Apabila tidak dapat dihibahkan, maka solusi paling rasional adalah dengan cara pinjam pakai, sehingga gedungnya dapat dimanfaatkan,” ungkap Wako.

Terkait pembangunan masjid, H Rachmat Hidayat menegaskan bahwa Pemkot Lubuk Linggau tetap memberikan perhatian melalui program bantuan pembangunan masjid dan insentif untuk guru mengaji.

Namun, karena kondisi keuangan daerah yang belum sepenuhnya stabil, maka diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur dasar masjid terlebih dahulu.

BACA JUGA:  Agrinas Tunjuk PT B3 Sebagai Vendor,Kariyawan Tuntut Kejelasan Hak THR.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya pengelolaan masjid secara efektif.  “Saat ini sudah banyak masjid yang berdiri berdekatan, namun jamaahnya sedikit. Maka yang perlu diprioritaskan adalah bagaimana cara meramaikan masjid yang sudah ada, bukan menambah jumlah masjid,” tegasnya.pungkas nya (Alisodikin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!