Banjarmasin – Rabu tanggal 11-2-2026, jam 10.30 dimulai pemilihan ketua senat dan sekretaris UIN Antasari dimulai, dan berjalan Aman, lancar, dan terkendali. Sistemnya pun sangat demokratis, apalagi dengan cara mencalonkan ketua terlebih dahulu baru sekretaris. Muncul 2 nama yang sudah diperhitungkan. Nama dari kubu rektorat, baik mantan terdahulu maupun rektor baru Prof. Dr.H.Nida Mufida, M.Pd., muncul Prof.Dr. H.Fathurrahmsn Azhari, M.Hum. yang tadinya dianonimus Fathira, kemudian muncul nama Prof. Dr.H. Jalaluddin, M.Hum., yang dianonimus Jalu, atau Udi. Dari kubu faksi Inovasi. Sesuai prediksi, bahkan pihak kubu rektorat akan mendapatkan persaingan suara ketat, kalau mau memenangkan (paling selisih 1 suara: 25 atau 26 untuk calon ketua senat, begitu juga sebaliknya. Jumlah total suara yang diperebutkan lewat voting terhadap anggota senat, 51 orang.
Sesuai bocoran sehari sebelumnya, Selasa kubu rektorat pasti bergerilya kuat lewat berbagai macam cara, seperti cara-cara sebelumnya dalam pemilihan anggota senat pun mereka tetap mengawal arah suara, sampai rektor sendiri ikut turba (turun bawah), amankan arah suara kelompok mereka vs, pemilihan ulang tokoh Dr.H.Mujiansyah, M.Pd. untuk calon pengganti, Ketika terjadi pembatalan suara Dr.Rusnadi, M.Ag.MA. yang dianggap pihak rektorat belum memiliki Ijasah formal doktor walau sudah ada surat keterangan pengganti ijazah, dan sudah menyatakan selesai studi di Amerika.
Ternyata di luar dugaan dan sangat fantastis, Prof. Dr. H.Jalaluddin, M.Hum. bisa mendapatkan suara 29. Sementara pesaing kubu rektorat mendapat hanya 22 suara. Pemenang yang terpilih tentu suara terbanyak.
Sistem pemilihan pun dengan cara menulis nama, calon ketua, sehingga sangat sulit ada kecurangan baik yang kalau atau yang menang.
Selama ini sistem voting, mencontreng atau memberi bulatan pada nama, bisa dimanipulasi untuk contreng dua, supaya suara tidak salah. Bagi calon yang tidak dikehendaki, dan lembar contrengan bisa saja digandakan atau lebih, sementara kotak suara dibikin berlapis agar suara yang sudah dicontreng bisa disisipi ke lampiran sisipan kedua dari lapis kardus.Suara yang sudah bercontreng diambil, sementara ketua yang tidak dikehendaki, sambil dilenyapkan lembar suaranya. Kalau itu dilakukan bersama saksi yang sengaja dimunculkan oleh pihak yang berbuat ingin berbuat curang.
Kali ini sangat demokratis, pemilihan ketua senat UIN Antasari bahkan diluar ekspektasi banyak orang. Sehingga suara yang ditulis pun bisa dikawal oleh saksi dan oleh teman, yang mendampingi pemilih, kalau itu dilakukan untuk mengurangi resistensi kecurangan.
Setelah pemilihan ketua, tiba giliran pemilihan sekretaris. Sebagaimana diprediksi nama yang muncul FaTira, nama kepanjangan Dr. Fatrawati, Kumari, M.Hum. Prof Dr. Zulfa Jamali, M..PD. nama anonim Zaju, yang mengejutkan muncul nama lain, walau juga dipredeksikan ada, yakni nama: Dr. Analisa Fitria, M.Pd. atau Aci dan tambahan balon sekretaris, Dr. Hj. G. Muzainah, MH. Hasil final perhitungan suara Dr.Munalisa Fitria, M.Pd. dapat 27, Dr.Fatrawati Kumari, M.Hum. dapat 20, dan Dr. Hj.G.Muzainah, MH. Dapat 1 suara.
Berdasarkan hasil voting difinalisasi suara sah, ketua Senat terpilih, Prof.Dr. H.Jalaluddin, M. Hum. Dan Dr. Analisa Fitria, M.Pd. selaku sekretaris.
Analisis bertambahnya suara tidak penting.Yang utama dan hebat adalah suara faksi inovasi bisa solid dan menggiring suara tambahan 3 atau 4 orang dari prediksi suara 26 atau 25. Berarti ada perjuangan kasat mata, perjuangan doa, dan keberpihakan takdir jelas berada pada Algoritma Langit. Artinya, ada tangan-tangan langit atau jalur langit yang menyertai sehingga suara bisa dimenangkan oleh kubu faksi inovasi. sesuai nama faksi di kalangan kawan-kawan menyebut : inovasi, artinya perlu ada perubahan fundamental dalam konteks pemberdayaan dan data kritis senator dalam pengawalan meraih keunggulan UIN Antasari ke depan dalam berbagai aspek.
Selamat dan sukses mengemban amanat senator civitas akademika kepada Bapak Prof.Dr. H.Jalaluddin, M.Hum sebagai ketua, dan dr. Analisa Fitria, M.Pd. selaku sekretaris senat UIN Antasari Banjarmasin Kalimantan Selatan.





