Scroll untuk baca artikel
Politik

Di usia ke-27, Kota Depok Tak Hanya Merayakan pencApaian Tapi Juga Dihadapkan Pada Realita yang Dirasakan Warganya Setiap Hari.

Avatar photo
×

Di usia ke-27, Kota Depok Tak Hanya Merayakan pencApaian Tapi Juga Dihadapkan Pada Realita yang Dirasakan Warganya Setiap Hari.

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Foto : Di usia ke-27, Kota Depok Tak Hanya Merayakan pencApaian Tapi Juga Dihadapkan Pada Realita yang Dirasakan Warganya Setiap Hari.
Kegiatan Foto : Di usia ke-27, Kota Depok Tak Hanya Merayakan pencApaian Tapi Juga Dihadapkan Pada Realita yang Dirasakan Warganya Setiap Hari.

Depok| DomainRakyat.Com – Wakil Ketua DPRD, Yeti Wulandari, mengapresiasi kemajuan kota. Namun ia mengingatkan, masalah klasik belum benar-benar selesai.

Macet masih jadi “menu harian”.

Banjir pun rutin datang saat hujan deras mengguyur, terutama di wilayah rawan. Belum lagi persoalan sampah di TPA Cipayung yang dinilai sudah butuh penanganan serius.

Di sisi lain, akses kesehatan dan pemerataan sekolah negeri juga masih jadi PR besar. Tidak semua warga merasakan layanan yang sama.

BACA JUGA:  Wanhay Apresiasi Kirab Binokasih Ke-IV di Cibeureum, Sebut Pentingnya Pelestarian Sejarah Sunda

Depok terus tumbuh jadi kota metropolitan. Tapi pertanyaannya: apakah pertumbuhan ini sudah diikuti dengan kenyamanan bagi warganya?

Momentum ulang tahun ke-27 ini jadi pengingat—bahwa pembangunan bukan hanya soal maju, tapi juga soal merata dan dirasakan semua.

( Tim Kaperwil Redaksi Jawa Barat  )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *