Namun dari sekian banyak acara yang digelar, fashion show bertema jadul sukses menjadi pusat perhatian. Suasana langsung pecah ketika para peserta tampil dengan gaya retro khas era 70-an hingga 90-an.
Mulai dari celana cutbray, jaket denim lawas, kacamata besar, hingga rambut klimis ala tempo dulu membuat penonton serasa diajak kembali ke masa lampau.
Yang paling mencuri perhatian, penampilan nyentrik Bang Pradi Supriyatna. Dengan gaya unik dan penuh percaya diri, ia tampil bak ikon lawas yang langsung disambut sorak dan tepuk tangan pengunjung. Kehadirannya membuat suasana panggung semakin hidup dan penuh gelak tawa.
Fashion show jadul ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi simbol kecintaan warga terhadap budaya dan kenangan masa lalu. Kreativitas peserta dalam memadukan busana klasik dengan sentuhan modern menghadirkan hiburan segar yang menghangatkan suasana Lebaran Depok.
Selain parade busana lawas, acara juga diramaikan dengan potong kebo andil, nyedengin baju, gambang kromong, tari tradisional, penampilan musik Band PWI Kota Depok, lomba tumpeng, hingga bazar UMKM yang dipadati pengunjung.
Wali Kota Depok, Supian Suri, turut mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut meramaikan tradisi tahunan tersebut.
“Terima kasih sudah menjadi bagian dari Lebaran Depok. Semangat warga memakai pakaian jadul ini luar biasa dan menjadi bukti budaya Depok tetap hidup,” ujarnya.
Supian juga mengajak masyarakat mendukung pelaku usaha lokal dengan berbelanja di bazar UMKM yang tersedia di lokasi acara.
“Jangan pulang sebelum belanja UMKM,” katanya disambut riuh pengunjung.
Perayaan Lebaran Depok tahun ini kembali membuktikan bahwa budaya bisa dikemas meriah, menghibur, sekaligus mempererat kebersamaan warga. Nostalgia jadul pun sukses menjadi magnet yang membuat pengunjung betah menikmati setiap rangkaian acara.( Tim Kaperwil Redaksi Jawa Barat )



Tinggalkan Balasan