Puruk Cahu, Domain Rakyat. Com//

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya, Dina Maulidah, SHI., memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian kontingen Kabupaten Murung Raya dalam ajang Festival Budaya Isen Mulang 2026. Dalam festival budaya tahunan terbesar di Kalimantan Tengah tersebut, Murung Raya berhasil menembus posisi lima besar sekaligus menorehkan prestasi di sejumlah cabang perlombaan tradisional.

Menurut Dina Maulidah, keberhasilan para peserta tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membuktikan bahwa generasi muda Murung Raya mampu menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman. Ia menilai semangat para peserta mencerminkan kecintaan terhadap identitas budaya Dayak yang menjadi kekuatan masyarakat Kalimantan Tengah.

Kontingen Murung Raya diketahui tampil unggul dalam beberapa cabang perlombaan, di antaranya Balogo, Sepak Sawut atau permainan bola api, serta Manjawet Uwei. Cabang-cabang tersebut dinilai memiliki nilai filosofi tinggi karena merepresentasikan keterampilan, keberanian, ketangkasan, dan semangat kebersamaan masyarakat adat

Dina Maulidah mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras para peserta, pelatih, serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. Ia berharap prestasi yang telah diraih dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus aktif dalam kegiatan pelestarian budaya daerah.

“Festival Budaya Isen Mulang bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi ruang penting untuk memperkenalkan budaya dan mempererat persatuan masyarakat Kalimantan Tengah,” ujar Dina Maulidah dalam keterangannya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah. Menurutnya, warisan budaya yang ditinggalkan para pendahulu harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya agar tidak tergerus modernisasi.

Selain itu, Dina Maulidah mengajak seluruh peserta dan masyarakat Murung Raya untuk terus mencintai budaya daerah melalui berbagai kegiatan positif. Ia menilai pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan saat festival berlangsung, melainkan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui pendidikan dan pembinaan generasi muda.

Festival Budaya Isen Mulang sendiri menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang mempertemukan berbagai kontingen dari kabupaten dan kota. Ajang tersebut tidak hanya menjadi sarana kompetisi budaya, tetapi juga momentum memperkuat falsafah Huma Betang sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan toleransi masyarakat Kalimantan Tengah.