DomainRakyat.com // MUSI BANYUASIN – GEMPITA Musi Banyuasin bersama partner kembali menyoroti belum tuntasnya penanganan Jembatan Sungai Lilin yang mengalami kerusakan setelah insiden tongkang PT Global Sinergi Maritim (GSM) pada 6 Mei 2026.
Organisasi tersebut meminta seluruh pihak yang berkaitan dengan operasional tongkang pengangkut batubara milik PT Madhucon Indonesia segera menunjukkan tanggung jawab agar persoalan tidak semakin berlarut-larut.
Ketua GEMPITA Muba, Mauzan alias Bonang, mengatakan masyarakat berhak memperoleh kepastian atas kondisi infrastruktur yang menjadi fasilitas umum.
“Kami berharap perusahaan maupun pemerintah segera duduk bersama mencari solusi. Jika tidak ada langkah nyata, kami akan mengawal persoalan ini melalui aksi penyampaian aspirasi,” ujar Bonang.
Selain mendesak percepatan penyelesaian, GEMPITA juga meminta penghentian sementara aktivitas tongkang hingga terdapat kepastian mengenai tindak lanjut atas kerusakan yang terjadi.
Menurut GEMPITA, langkah tersebut bertujuan mendorong penyelesaian secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab demi melindungi kepentingan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari PT Global Sinergi Maritim (GSM) maupun PT Madhucon Indonesia mengenai tuntutan tersebut. Media membuka ruang hak jawab kepada seluruh pihak sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Penulis: Tim Domain Rakyat
Editor: Redaksi Domain Rakyat



Tinggalkan Balasan