Berita

Sekda DPD GRIB Jaya Lampung Siap Kerahkan Anggota Gruduk Kantor IPLI Metro, Tuding Sikap Ketua IPLI Agresif dan Provokatif

LAMPUNG, DOMAINRAKYAT.COM – Dengan adanya Viral vidio di Media,tiktok, terkait Video yang memperlihatkan sikap agresif dan provokatif Ketua Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI) Lampung, Hermansyah, di depan Kantor Wali Kota Metro, viral di media sosial dan menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk jajaran Ormas GRIB Jaya Provinsi Lampung.(07/03/2026)

Dalam video yang beredar di media sosial, Hermansyah terlihat melontarkan pernyataan keras dengan menyebut pejabat “rakus”, serta menantang duel dengan adiknya di depan Kantor Wali Kota Metro. Bahkan dalam rekaman tersebut terlihat aksi menunjuk-nunjuk ke arah Plt Sekda Kota Metro, Kusbani, S.Pd., M.Pd., yang saat itu mengenakan seragam dinas.

Aksi tersebut memicu kemarahan Sekretaris Daerah (Sekda) DPD GRIB Jaya Provinsi Lampung, Herman. Ia menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan di ruang publik, terlebih di lingkungan pemerintahan.

Herman menegaskan bahwa Kusbani bukan hanya pejabat di Pemerintah Kota Metro, tetapi juga merupakan penasehat di tubuh DPD GRIB Jaya Provinsi Lampung.

“Sudah jelas beliau Pak Kusbani adalah Penasehat kami di DPD GRIB Jaya Provinsi Lampung, beliau orang tua kami di GRIB Jaya. Setiap persoalan organisasi selalu kami koordinasikan dengan beliau,” tegas Herman.

Menurutnya, tindakan Hermansyah yang dianggap agresif dan provokatif tersebut membuat seluruh jajaran GRIB Jaya di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung merasa geram dan tidak terima.

Herman juga menyampaikan bahwa atas arahan Ketua DPD GRIB Jaya Provinsi Lampung, H. S. Ramelan, S.H., seluruh jajaran GRIB Jaya diminta untuk menyebarluaskan video pernyataan sikap yang dibuat oleh pihak DPD GRIB Jaya bersama Lembaga Perlindungan Hukum (LPH) Provinsi Lampung.

Lebih lanjut, Herman menegaskan bahwa pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

“Terkait video yang disebarluaskan oleh Ketua IPLI Hermansyah, ini akan kami laporkan ke Polda Lampung terkait dugaan perbuatan tidak menyenangkan serta tindakan agresif dan provokatif yang dapat memicu kemarahan, menyulut pertengkaran dan mengganggu ketentraman di lingkungan Pemerintah Kota Metro,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pernyataan dalam video tersebut yang dinilai telah mencoreng institusi pemerintah, termasuk ketika Plt Sekda Metro diminta melepas seragam dinas dan pernyataan yang menyebut pegawai pemerintah sebagai “rakus”.

Dalam pernyataan sikapnya, Herman memberikan ultimatum kepada Ketua IPLI Lampung untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

“Kami meminta dalam waktu 1×24 jam Ketua IPLI Hermansyah untuk meminta maaf kepada Penasehat kami Pak Kusbani dan kepada Wali Kota Metro, karena peristiwa tersebut terjadi di depan kantor Wali Kota Metro. Jika tidak diindahkan, maka sikap kami dari GRIB Jaya akan mendatangi kantor IPLI Metro,” tegas Herman.

Sementara itu, tokoh masyarakat Lampung dari Pagar Dewa, Yansori, juga menyayangkan sikap yang ditunjukkan Ketua IPLI dalam video tersebut. Menurutnya, tindakan tersebut tidak mencerminkan nama organisasi yang membawa identitas Lampung.

“Saya tidak terima, karena IPLI itu Ikatan Pemuda Lampung Indonesia yang membawa nama Lampung. Seharusnya menjadi contoh yang baik, bukan malah berkoar-koar dengan cara seperti yang terlihat di video yang sudah viral itu,” ujar Yansori.

Ia berharap seluruh organisasi masyarakat di Lampung dapat mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan dengan pemerintah, bukan melalui aksi yang dapat memicu konflik di ruang publik.

“Kalau ada persoalan dengan pemerintah kota atau provinsi, sebaiknya diselesaikan melalui jalur musyawarah dan mekanisme yang ada. Jangan sampai menimbulkan kegaduhan seperti ini,” pungkasnya.

Exit mobile version