PESAWARAN, DOMAINRAKYAT.COM – Sorotan terhadap proyek pembangunan tanpa papan informasi di Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran kembali menguat. Ketua DPC GRIB Jaya Pesawaran, Hikmaddin, menegaskan bahwa setiap kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran negara wajib mengedepankan prinsip transparansi kepada masyarakat. Senin (16/03/2026).
Menurut Hikmaddin, tidak ditemukannya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, papan proyek merupakan bagian penting untuk memberikan informasi terkait sumber anggaran, nilai kegiatan, pelaksana pekerjaan, serta waktu pelaksanaan pembangunan.
“Papan informasi proyek itu bentuk keterbukaan kepada publik. Kalau sampai tidak dipasang, tentu masyarakat berhak mempertanyakan kegiatan tersebut. Jangan sampai pembangunan yang menggunakan uang negara justru terlihat tidak transparan,” tegas Hikmaddin.
Ia juga menyoroti kondisi jalan di lokasi tersebut yang sebelumnya diketahui telah dilakukan perehaban beberapa bulan lalu, namun tidak bertahan lama kembali mengalami kerusakan cukup parah.
“Lokasi jalan ini beberapa bulan lalu sudah direhabilitasi, tapi baru hitungan minggu sudah rusak kembali. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan semua elemen agar setiap pembangunan benar-benar diawasi,” ujarnya.
Hikmaddin menilai, pengawasan dari masyarakat sangat penting agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan maksimal sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, serta menghasilkan kualitas pekerjaan yang baik dan bertahan lama.
“Semua elemen masyarakat harus ikut memperhatikan setiap pembangunan di wilayahnya. Tujuannya agar pekerjaan benar-benar sesuai RAB, spesifikasi, dan menghasilkan kualitas yang maksimal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Hikmaddin menegaskan bahwa lokasi proyek tersebut berada di kawasan strategis, tepatnya di depan komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran serta menjadi akses utama menuju perkantoran pemerintahan setempat.
Selain itu, jalan tersebut juga merupakan jalur utama penghubung Gedong Tataan – Kedondong yang merupakan bagian dari jalan provinsi dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.
“Ini bukan jalan kecil di pelosok. Lokasinya sangat strategis, bahkan berada di depan komplek Pemda dan menjadi akses utama menuju perkantoran pemerintah daerah. Karena itu kualitas pekerjaan harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Sebelumnya, GRIB Jaya DPC Pesawaran juga telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi proyek dan menemukan bahwa dari awal hingga ujung pekerjaan tidak terdapat papan informasi proyek sebagaimana mestinya.
GRIB Jaya menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat serta membuka ruang terjadinya dugaan penyimpangan jika tidak segera dijelaskan oleh pihak terkait.
Untuk itu, Hikmaddin mendesak instansi teknis yang bertanggung jawab terhadap kegiatan pembangunan tersebut agar segera memberikan penjelasan kepada publik terkait proyek yang sedang dikerjakan di Desa Way Layap.
“Kami berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat. GRIB Jaya akan terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran negara,” pungkasnya. (Tim)






