PESAWARAN, DOMAINRAKYAT.COM – Ratusan warga Dusun Lubuk Tanoh, Desa Kubu Batu, Kecamatan Way Khilau, bersama LSM Penjara Indonesia Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Provinsi Lampung, menggelar unjuk rasa dengan menyampaikan petisi mosi tidak percaya kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Aksi ini dipicu oleh kondisi jalan utama di wilayah tersebut yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.
Aksi yang berlangsung di Dusun Lubuk Tanoh ini menjadi bentuk kekecewaan mendalam masyarakat terhadap pemerintah daerah yang dinilai belum memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur jalan yang menjadi akses vital warga.
Ketua LSM Penjara Indonesia, Mahmudin, dalam orasinya menegaskan bahwa kondisi jalan yang berlubang dan rusak berat telah berdampak langsung terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses layanan kesehatan.
“Kami dan seluruh warga Dusun Lubuk Tanoh sudah muak dengan janji-janji manis yang hanya berakhir di bibir saja. Jalan ini sudah bertahun-tahun rusak, namun hingga saat ini belum pernah dilakukan pembangunan atau perbaikan yang signifikan. Melalui mosi tidak percaya ini, kami menuntut komitmen nyata agar perbaikan jalan dimulai dan diselesaikan tahun ini juga,” tegas Mahmudin di hadapan massa aksi.
Warga setempat juga menyampaikan bahwa persoalan kerusakan jalan ini bukan hal baru. Berulang kali dijanjikan perbaikan dalam berbagai forum, namun hingga kini belum ada realisasi konkret. Kondisi tersebut memicu kekecewaan dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pihak berwenang.
Dalam petisi mosi tidak percaya tersebut, massa aksi menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran:
Melakukan pembangunan atau perbaikan total jalan di Dusun Lubuk Tanoh pada tahun anggaran 2026.
Memberikan jadwal pelaksanaan yang jelas serta transparansi anggaran proyek.
Menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan langkah nyata, bukan sekadar janji atau respons administratif.
Aksi berlangsung secara damai dengan tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku. Massa berharap pemerintah daerah segera merespons tuntutan ini dengan langkah konkret, mengingat jalan tersebut merupakan urat nadi kehidupan masyarakat di Kecamatan Way Khilau.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Pesawaran belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan yang disampaikan oleh LSM Penjara Indonesia dan warga Dusun Lubuk Tanoh.
