SERUYAN, — DOMAINRAKYAT.com// Keberadaan Pelabuhan Penyeberangan Kapal Feri di Desa Sandul, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mulai mendapat sorotan warga. Infrastruktur yang dibangun pemerintah tersebut dinilai belum menunjukkan bentuk dan kondisi fisik yang jelas meski keberadaan kapal penyeberangan disebut sudah tersedia.
Sorotan itu mencuat pada Sabtu (12/9/2026). Warga mempertanyakan keseriusan pembangunan pelabuhan yang dinilai belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan akses transportasi penyeberangan.
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, pembangunan pelabuhan di Desa Sandul telah berlangsung cukup lama. Namun, hingga kini, masyarakat belum melihat fasilitas pelabuhan tersebut dapat digunakan sebagaimana mestinya.
“Kapal sudah ada, tetapi pelabuhannya belum selesai. Seharusnya pelabuhannya dulu yang disiapkan, baru kapalnya,” ujar warga tersebut kepada media, Sabtu.
Menurut dia, pembangunan pelabuhan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kepentingan Desa Sandul. Sejumlah desa disebut turut memiliki keterkaitan atau berperan dalam pembangunan maupun pemanfaatan fasilitas penyeberangan tersebut.
Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan kejelasan progres pembangunan, termasuk kapan pelabuhan itu dapat benar-benar difungsikan.
Warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi Pelabuhan Penyeberangan Sandul. Kejelasan mengenai progres pembangunan dan target penyelesaian dinilai penting agar fasilitas tersebut tidak hanya menjadi proyek yang tersedia secara fisik, tetapi benar-benar dapat digunakan masyarakat.
“Kami berharap pelabuhan ini segera diselesaikan sehingga akses masyarakat yang menggunakan jasa kapal penyeberangan menjadi lebih mudah,” harapnya.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari instansi pemerintah terkait mengenai progres pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Desa Sandul, kendala yang dihadapi, maupun target penyelesaiannya.
Masyarakat pun menanti penjelasan pemerintah agar keberadaan kapal penyeberangan tersebut sejalan dengan kesiapan infrastruktur pelabuhannya.
(Rs)Kabiro Seruyan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan