
Ngawi, Domainrakyat.com – Jalan sepanjang 82,5 meter dengan lebar 2,5 meter di Dusun Danguk 1, RT 02/RW 01, Desa Danguk, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, kini mendapat peningkatan infrastruktur melalui pembangunan pavingisasi. Proyek yang dibiayai Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 itu menjadi bagian dari upaya pemerintah desa memperbaiki akses sekaligus mendukung aktivitas masyarakat.
Pembangunan dengan volume 82,5 meter × 2,5 meter tersebut menelan anggaran sebesar Rp62.700.000 dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua minggu.
Bukan hanya soal perubahan fisik jalan, pengerjaan pavingisasi ini juga melibatkan masyarakat setempat. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong sebagai modal sosial dalam pembangunan desa.
Kepala Desa Danguk, Hadi Sudarno mengatakan, pembangunan jalan diprioritaskan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi akses yang membutuhkan peningkatan. “Kami berupaya agar Dana Desa benar-benar diarahkan pada pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Pavingisasi ini diharapkan membuat akses warga lebih nyaman dan mendukung kelancaran berbagai aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur desa memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar memperbaiki kondisi jalan. Akses yang lebih baik dapat menunjang mobilitas warga, memperlancar kegiatan sosial, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi.
Di sisi lain, keterlibatan warga dalam proses pengerjaan dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut mengambil bagian dalam proses pembangunan di lingkungannya.
“Kami juga berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat jalan yang sudah dibangun. Kalau dirawat bersama, manfaatnya tentu bisa dirasakan dalam waktu yang lebih panjang,” tambahnya.
Pavingisasi di Dusun Danguk 1 menjadi salah satu bentuk pemanfaatan Dana Desa untuk memperkuat infrastruktur dasar di tingkat lokal. Dengan kondisi jalan yang lebih tertata, akses masyarakat diharapkan semakin lancar dan aktivitas warga dapat berlangsung lebih nyaman.
Lebih dari sekadar hamparan paving baru, pembangunan tersebut menunjukkan bahwa ketika anggaran desa diarahkan pada kebutuhan konkret dan dikerjakan dengan melibatkan masyarakat, infrastruktur dapat sekaligus menjadi ruang tumbuhnya semangat gotong royong di tengah warga.
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan