MAKASSAR – Forum Mahasiswa Gizi (FORMAZI) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) melalui Divisi Pengabdian Masyarakat menggelar kegiatan Nutri Care Batch 2 di TK Bintang Ananda, Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai underweight pada balita sebagai bagian dari upaya pencegahan masalah gizi sejak usia dini.
Nutri Care merupakan program kerja Divisi Pengabdian Masyarakat FORMAZI FKM Unhas periode 2026 yang menjadi wadah penyebaran informasi gizi kepada masyarakat. Program ini merupakan salah satu upaya promotif dan preventif di bidang gizi, khususnya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai underweight pada balita sebagai bagian dari isu triple burden of malnutrition atau tiga beban masalah gizi.
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.15–15.10 WITA tersebut menghadirkan Citra Permata Sari sebagai pemateri dan Naurah Nazhifah sebagai moderator. Sebanyak 34 orang yang terdiri atas kader, petugas gizi, dan sasaran kegiatan turut mengikuti edukasi tersebut. Kegiatan ini juga didukung oleh 17 pengurus FORMAZI FKM Unhas.
Underweight merupakan kondisi ketika berat badan anak berada di bawah standar berdasarkan usianya. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena dapat menunjukkan adanya masalah dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penyebab, faktor risiko, dan upaya pencegahannya penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita.
Dalam sesi edukasi, peserta memperoleh materi mengenai pengertian underweight, prevalensi, penyebab, faktor risiko, tanda dan gejala, serta langkah-langkah pencegahannya. Materi tersebut juga menekankan pentingnya pemberian makanan bergizi seimbang, penerapan pola asuh yang tepat, dan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di posyandu.
Citra Permata Sari selaku pemateri menyampaikan bahwa pencegahan underweight perlu dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak dan pemantauan pertumbuhan secara berkala.
“Pencegahan underweight pada balita perlu dimulai dengan memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi melalui pemberian makanan bergizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta pemantauan pertumbuhan secara rutin di posyandu. Dengan meningkatkan pengetahuan orang tua dan keterlibatan masyarakat, diharapkan masalah gizi pada balita dapat dideteksi dan ditangani sejak dini,” ujarnya.
Selain pemenuhan kebutuhan gizi, pencegahan underweight juga memerlukan perhatian terhadap kondisi kesehatan anak dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Peran orang tua, kader, dan tenaga kesehatan dinilai penting dalam mengenali tanda-tanda masalah gizi serta mendukung penanganan yang sesuai.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator, dilanjutkan penyampaian materi, dan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif. Peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai materi yang disampaikan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.
Melalui Nutri Care Batch 2, FORMAZI FKM Unhas berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan balita. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong peran aktif keluarga dan masyarakat dalam mencegah serta menangani masalah underweight sejak dini.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.