BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Stagnasi.proyek Pembangunan infrastruktur saat ini menjadi sorotan BCW ( Banyuwangi Corruption Watch). Lantaran kondisi hari ini proyek pembangunan infrastruktur tidak berjalan baik baik saja. Bayangkan sampai di pertengahan tahun ini belum ada proyek yang dikerjakan. ini pertanda Program program pembangunan tidak berjalan normal sebagaimana mestinya. Ini sungguh miris. Karena dampaknya akan melemahkan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dan memajukan Banyuwangi.Rabu (18/6/25).
Kenapa ini bisa terjadi ? Menurut BCW antara lain yang pertama kondisi birokrasi kita yang juga tidak baik baik saja. pejabat penting banyak yang berstatus plt. ” Padahal kewenangan pejabat plt sangat terbatas bagaimana mungkin kita bisa berharap adanya kerja kerja maksimal ?” ujar Masruri.
Lembaga BCW ( Banyuwangi Corruption Watch) juga menengarai proyek tidak berjalan juga karena sistem penganggaran yang tidak lazim. Seperti proyek yang dikerjakan tahun 2024 dibayar tahun 2025..
Masih menurut BCW kenapa dikatakan tidak lazim, itu karena Anggaran tahun ,2025 se harusnya dipergunakan kegiatan proyek tahun 2025 bukan untuk tahun yang sudah lewat.” Ini benar benar aneh proyek tahun 2024 dibayar 2025 sementara papan proyeknya sudah tidak ada , apalagi proyeknnyapun gak tahu dimana ” ujar Masruri Ketua BCW. Dan faktor ketiga menurut Lembaga
BCW kemandekan proyek dipengaruhi juga politik dominasi yang sangat kuat dari mantan Bupati Abdullah Azwar Anas yang masih memiliki daya cengkeram yang sangat kuat di pemerintahan , dikarenakan sang istri Ipuk Fiestiandani masih menjabat sebagai Bupatii. Dan yang terakhir karena program efisiensi dari pusat. Namun demikian program efisiensi jika saja kekuatan pemerintah daerah solid mungkin tidak sampai mengalami kemandekan pembangunan.
