PALANGKARAYA, Domain Rakyat. Com//
Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah yang kian berat mendapat perhatian langsung Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo. Penguatan penanganan dilakukan untuk memastikan upaya pencegahan dan pemadaman berjalan efektif di tengah ancaman kebakaran yang masih terjadi.
Jumat (11/9/2026), Wakapolri mengecek langsung Posko Induk Penanganan Karhutla Polda Kalimantan Tengah di Palangka Raya. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan jajaran kepolisian menghadapi eskalasi karhutla di sejumlah wilayah.
Dedi meninjau kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta pola operasi yang diterapkan dalam penanganan karhutla. Menurutnya, efektivitas penanganan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pemadaman, tetapi juga kecepatan deteksi dan pencegahan agar api tidak meluas.
Penguatan sumber daya manusia turut dilakukan melalui pelibatan 59 peserta didik pendidikan kepemimpinan Polri. Mereka diterjunkan ke wilayah terdampak untuk membantu edukasi kepada masyarakat, asistensi, sekaligus mendukung penyusunan strategi penanganan karhutla di lapangan.
Kehadiran peserta didik tersebut diharapkan memperkuat pendekatan pencegahan. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting untuk menekan potensi kebakaran, terutama aktivitas pembukaan lahan yang berisiko memicu munculnya titik api.
Di sisi lain, Polda Kalteng mengerahkan 354 personel Satgas Pemburu Api. Personel tersebut menjalankan patroli dan pemantauan wilayah rawan sekaligus melakukan langkah pencegahan terhadap potensi munculnya titik api baru.
Tugas Satgas Pemburu Api tidak berhenti pada patroli. Mereka juga disiagakan untuk melakukan pemadaman serta pembasahan lahan gambut guna mencegah api kembali muncul dari titik-titik yang telah berhasil dipadamkan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan operasi yang terintegrasi, mulai dari deteksi dini, patroli, edukasi masyarakat, pemadaman hingga pemulihan area rawan. Kondisi lapangan yang dinamis menuntut seluruh personel bergerak cepat dan tepat.
Pengecekan Wakapolri sekaligus menjadi penegasan bahwa penanganan karhutla di Kalimantan Tengah membutuhkan kesiapsiagaan berkelanjutan. Dengan penguatan personel dan dukungan sarana-prasarana, kepolisian bersama seluruh unsur terkait diharapkan mampu menekan luas kebakaran serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan