SAMPIT, Domain Rakyat. Com//
Suasana pawai pisah sambut Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, berlangsung meriah di Sampit, Jumat (11/9/2026). Tradisi tersebut menjadi penanda pergantian kepemimpinan sekaligus momentum menyambut pejabat baru di lingkungan Polres Kotim.
AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H., sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Kotim. Tongkat kepemimpinan kini beralih kepada AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra W yang dipercaya melanjutkan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut.
Pawai pisah sambut tidak hanya menjadi seremoni pergantian pejabat. Di balik kemeriahan kegiatan, terdapat tanggung jawab besar yang harus segera dihadapi pimpinan baru, terutama karena Kotim masih berada dalam bayang-bayang ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Karhutla menjadi salah satu persoalan serius di Kalimantan Tengah. Selain berpotensi merusak lingkungan, kebakaran juga dapat memicu munculnya kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan, aktivitas masyarakat, transportasi, hingga perekonomian.
Dalam situasi tersebut, Polres Kotim dituntut tidak hanya mengedepankan penegakan hukum setelah kebakaran terjadi. Langkah pencegahan, patroli di wilayah rawan, deteksi dini, serta penindakan terhadap pembakaran lahan secara ilegal menjadi bagian penting dari tanggung jawab kepolisian.
Kapolres baru juga menghadapi kebutuhan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah, TNI, BPBD, pemadam kebakaran, perusahaan, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan harus bergerak dalam satu strategi menghadapi ancaman karhutla.
Tantangan lainnya ialah memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di tengah kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan gangguan sosial. Kehadiran aparat di lapangan menjadi penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan sekaligus informasi yang tepat ketika kondisi memburuk.
Pergantian kepemimpinan di tubuh Polres Kotim dengan demikian diharapkan membawa kesinambungan sekaligus penguatan terhadap program-program yang telah berjalan. Kapolres baru dituntut mampu membaca persoalan daerah secara cepat dan mengambil langkah yang terukur.
Kemeriahan pawai akhirnya menjadi awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar. Di tengah ancaman karhutla dan kabut asap, masyarakat Kotim menanti kepemimpinan kepolisian yang responsif, tegas dalam penegakan hukum, kuat dalam pencegahan, serta mampu membangun sinergi untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan