KesehatanNewsSumsel

Bau Menyengat Parit Air Itam Buat Warga Resah, Pemerintah Desa Dinilai Tutup Mata

1015
air itam

Pali, domainrakyat.com — Parit yang melintasi Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kini menjadi sumber keluhan masyarakat. Air yang menghitam, bau menyengat, serta tumpukan sampah yang terlihat mengapung menjadi pemandangan sehari-hari yang kian memprihatinkan. Sayangnya, kondisi ini terkesan dibiarkan begitu saja oleh pemerintah desa setempat.

Keluhan warga terus menguat, terutama dalam beberapa bulan terakhir saat musim hujan datang dan air parit makin meluap ke pekarangan. Namun bukan hanya air yang datang, tetapi juga aroma tak sedap yang memaksa warga menutup rapat jendela rumah mereka, siang dan malam.

Seorang warga yang berhasil ditemui wartawan DomainRakyat.com, menyatakan keresahan tersebut dengan nada kecewa. Warga berinisial Sp mengatakan, Desa Air Itam yang dulu dikenal bersih dan sejuk, kini berubah menjadi kumuh dan tak nyaman dihuni.

Baca Juga:

“Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI ini tidak seperti dulu. Sekarang sudah kotor, bau, dan banyak sampah di dalamnya. Kami tidak tahu lagi harus mengadu ke siapa,” keluh Sp.

Warga menuding pemerintah desa kurang serius dalam menangani persoalan lingkungan. Beberapa kali disebutkan sudah ada pengaduan dari masyarakat, namun belum ada tindakan nyata di lapangan.

Lebih lanjut, warga berharap agar Pemerintah Desa Air Itam segera turun tangan, tidak hanya menunggu laporan, tapi aktif memantau dan membersihkan lingkungan, karena dampaknya bukan hanya soal estetika, tapi juga kesehatan masyarakat.

“Kami tidak minta mewah. Kami hanya ingin desa ini bersih dan sehat seperti dulu. Kalau pemerintah desa tidak peduli, siapa lagi yang kami harapkan?” ujar Sp dengan nada lirih.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa terkait persoalan ini.

Harapan masyarakat Desa Air Itam tetap sama: agar pemerintah bekerja untuk rakyat, bukan sekadar menjabat.

(Hendi R.)

Exit mobile version