Scroll untuk baca artikel
NewsSumut

MUI Medan Labuhan Kecam Penyerangan Kapolres Pelabuhan Belawan

11
×

MUI Medan Labuhan Kecam Penyerangan Kapolres Pelabuhan Belawan

Sebarkan artikel ini
penyerangan kapolres belawan
Kapolres Belawan AKBP Oloan Siahaan (Foto: Istimewa)

MEDAN – Aksi penyerangan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan, S.I.K., M.H., oleh sekelompok pemuda di Ruas Tol Belmera pada Sabtu (3/5) dini hari memicu keprihatinan luas dari berbagai pihak. Insiden brutal tersebut menuai kecaman, terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Medan Labuhan.

Ketua MUI Kecamatan Medan Labuhan, Haji Ahmad Faruni, S.Ag., menyatakan bahwa tindakan kriminal seperti itu tidak boleh dibiarkan dan aparat kepolisian yang menjalankan tugas dengan benar harus diberi dukungan.

“Tindakan kejahatan seperti ini harus dilawan. Aparat yang menjalankan tugas dengan benar wajib kita dukung, bukan disudutkan,” tegasnya dalam konferensi pers, Senin (5/5/2025).

Aksi Kriminal Jalanan Ancam Rasa Aman

Faruni menegaskan bahwa menghadang kendaraan di jalan tol bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, tetapi tindakan kriminal yang mengancam keselamatan pengguna jalan. Ia menambahkan bahwa masyarakat kini semakin resah akibat meningkatnya aksi kejahatan seperti tawuran, begal, dan penyalahgunaan narkoba.

“Masyarakat ingin hidup tenang. Tapi sekarang, mau kerja pun takut. Banyak warga gelisah karena bisa jadi korban sewaktu-waktu. Ini tidak bisa dibiarkan,” katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Oloan yang dianggap berani bertindak demi ketertiban umum.

MUI menilai bahwa tindakan yang diambil Kapolres sudah sesuai prosedur dan harus menjadi contoh bagi penegakan hukum di lapangan.

Tindakan Tegas Aparat Harus Didukung

Ahmad Faruni menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu, tindakan tegas dibutuhkan. Ia merespons narasi negatif yang menyudutkan aparat penegak hukum sebagai hal yang keliru.

“Soal tembakan terhadap pelaku, selama dilakukan secara terukur dan sesuai hukum, maka itu sah. Kita tahu, tidak semua kejahatan bisa dihentikan hanya dengan teguran. Kadang, harus ada tindakan nyata,” ungkapnya.

Ia juga menyayangkan munculnya opini yang justru menyalahkan polisi. Menurutnya, narasi semacam itu bisa melemahkan semangat aparat dalam menjaga keamanan masyarakat.

“Narasi-narasi seperti itu sering dibuat tanpa tahu fakta atau malah bertujuan melemahkan hukum. Kalau ini dibiarkan, kejahatan akan semakin berani,” ujarnya.

Pesan untuk Pimpinan Polri: Jangan Takutkan Aparat yang Benar

MUI Medan Labuhan melalui Ahmad Faruni meminta pimpinan Polri di semua tingkat agar menilai tindakan anggota berdasarkan fakta hukum, bukan tekanan publik yang menyesatkan.

“Kalau Kapolres seperti Oloan justru dilemahkan atau dihukum padahal bertindak benar, maka masyarakat yang akan menanggung akibatnya. Harusnya diberi penghargaan, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, ia mengingatkan pentingnya saling menolong dalam kebenaran, bukan dalam kebatilan.

“Selama polisi bertindak atas dasar hukum dan kebenaran, kita wajib mendukung. Jangan biarkan opini sesat melemahkan hukum. Jika ini tidak dicegah, kejahatan akan terus merajalela,” pungkasnya.

Penyerangan Kapolres Pelabuhan Belawan menjadi sinyal penting bahwa tindakan tegas aparat harus didukung, bukan dilemahkan, demi menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *