Edukasi

Yogya atau Jogja, Mana yang Benar? Sejarah, Makna, dan Kontroversinya

9
yogya atau jogja

Domain Rakyat – Yogya, atau yang kerap disebut Jogja, bukan sekadar nama sebuah kota. Di balik perbedaan penyebutan itu, tersimpan makna sejarah, identitas budaya, sekaligus strategi branding yang membentuk citra kota hingga kini.

Persoalan sederhana ini nyatanya menyimpan nuansa emosional yang tak sedikit, sebab bagi masyarakat, kata yang dipilih sering kali merepresentasikan cara pandang mereka terhadap kota yang dijuluki “Never Ending Asia” ini.

Secara formal, pemerintah menetapkan bahwa penulisan resmi adalah Yogyakarta. Nama ini digunakan dalam dokumen kependudukan, surat-surat akademis, hingga aturan hukum.

Kesalahan menulisnya bisa menimbulkan konsekuensi administratif bahkan hukum.

Yogyakarta sendiri berasal dari bahasa Sansekerta Ayogya yang berarti kota yang tak terkalahkan, sebuah makna penuh wibawa yang mencerminkan kedalaman sejarah dan kekuatan budayanya.

Namun, di sisi lain, penyebutan Jogja lebih akrab di hati masyarakat luas. Sebutan ini lebih ringan, mudah diingat, dan dekat dengan percakapan sehari-hari. Branding kota pun sering menggunakan kata Jogja, mulai dari “Jogja Expo Center” hingga “Gudeg Jogja”.

Inilah bentuk strategi komunikasi yang sengaja dipilih untuk menghadirkan kesan hangat, bersahabat, dan ramah wisatawan. Tak heran jika banyak orang lebih mengenal kota ini sebagai Jogja ketimbang Yogyakarta.

Latar belakang adanya dua penyebutan ini tak lepas dari perjalanan sejarah panjang. Berdirinya Kesultanan Yogyakarta bermula dari Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755, yang memisahkan Kerajaan Mataram menjadi dua bagian: Surakarta dan wilayah kekuasaan Pangeran Mangkubumi.

Dari sinilah lahir Yogyakarta dengan Sultan Hamengku Buwono sebagai pemimpin, yang hingga kini tetap menjadi simbol budaya Jawa yang kokoh.

Perdebatan mengenai mana yang benar, Yogya atau Jogja, seakan tak pernah berakhir. Namun pada akhirnya, keduanya sah digunakan sesuai konteks.

Yogyakarta tetap dipilih untuk ranah formal dan resmi, sedangkan Jogja hidup sebagai simbol kedekatan, kehangatan, serta brand pariwisata.

Dengan begitu, keduanya justru saling melengkapi, membentuk identitas unik yang membuat kota ini selalu istimewa di hati masyarakat Indonesia maupun wisatawan dunia.

Exit mobile version