Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahHeadlineKaltengNews

Bupati–Wabup Murung Raya Tegaskan: Kami Hanya “Operator Anggaran”, Bukan Penguasa

Avatar photo
×

Bupati–Wabup Murung Raya Tegaskan: Kami Hanya “Operator Anggaran”, Bukan Penguasa

Sebarkan artikel ini

Murung Raya, Domain Rakyat. Com //

Narasi kekuasaan yang selama ini melekat pada jabatan kepala daerah coba diluruskan oleh Bupati Murung Raya, Heriyus M. Yoseph bersama Wakil Bupati. Keduanya menegaskan bahwa jabatan yang mereka emban bukanlah singgasana, melainkan ruang kerja penuh tanggung jawab untuk memastikan anggaran benar-benar berpihak pada rakyat.

Dalam pernyataannya, mereka menyebut diri bukan sebagai pemilik kuasa, melainkan “operator anggaran” yang bertugas menyusun, mengelola, dan mengarahkan setiap rupiah agar tepat sasaran. Perspektif ini sekaligus menjadi kritik halus terhadap cara pandang lama yang kerap menempatkan pejabat publik sebagai pusat kekuasaan.

BACA JUGA:  Bupati dan Wakil Bupati melaksanakan sholat Idul Fitri berjamaah di masjid agung Darussalam

“Jabatan ini bukan tahta. Ini meja kerja. Kami hanya perantara dari amanah rakyat,” tegasnya. Hal tersebut diungkapkan dalam rilis yang di terima redaksi Domain Rakyat. Com// Selasa 24 Maret 2026.

Menurutnya, posisi kepala daerah sejatinya adalah pelayan publik. Dalam relasi tersebut, masyarakatlah yang menjadi “tuan” sesungguhnya. Karena itu, segala bentuk kritik, saran, hingga teguran keras dipandang sebagai bagian penting dari proses pengawasan dan perbaikan kinerja pemerintahan.

Ia menolak anggapan bahwa kritik merupakan ancaman. Sebaliknya, kritik disebut sebagai kompas yang menjaga arah kebijakan tetap berada di jalur kepentingan masyarakat. “Suara rakyat mungkin terdengar berisik, tapi di situlah arah yang harus kami benahi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kasatgas Tito Bersama Presiden Laksanakan Salat Idulfitri di Kabupaten Aceh Tamiang

Pernyataan ini menjadi penegasan sikap terbuka pemerintah daerah terhadap partisipasi publik. Di tengah dinamika pembangunan dan berbagai keterbatasan fiskal, keterlibatan masyarakat dinilai krusial agar kebijakan tidak kehilangan relevansi di lapangan.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tanpa kritik, jabatan publik berpotensi kehilangan makna dan hanya menjadi formalitas administratif. Karena itu, ruang koreksi harus tetap dijaga sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang sehat dan akuntabel.

“Kami tidak anti kritik. Justru kami membutuhkannya. Tanpa itu, kami bisa kehilangan arah,” tambahnya.

BACA JUGA:  Kapolda Lampung Sambut Tim Wasops Ketupat 2026 Itwasum Polri, Tegaskan Kesiapan Maksimal Pengamanan Arus Mudik dan Balik

Di akhir pernyataannya, ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan kepemimpinan bukan terletak pada retorika, melainkan pada kepercayaan publik yang tetap terjaga. Kepercayaan itu, kata dia, hanya bisa dipertahankan melalui sikap rendah hati dan kesediaan untuk terus mendengar.

Pesan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa di balik jabatan, ada tanggung jawab besar untuk tetap berpijak pada kepentingan rakyat—bukan pada kekuasaan itu sendiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Patroli Dialogis di Objek Wisata, Kapolres Madiun Pastikan Libur Lebaran Aman dan Nyaman POLRES MADIUN – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama libur Lebaran 2026, Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Madiun melaksanakan patroli ke sejumlah objek wisata di wilayah Kabupaten Madiun, Selasa (24/3/2026). Patroli tersebut menyasar lokasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat, di antaranya Waduk Widas Saradan dan Wahana The Nice Play Land Saradan. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang berlibur bersama keluarga. Dalam pelaksanaannya, Kapolres Madiun bersama rombongan melaksanakan patroli dialogis dengan menyapa langsung para pengunjung serta pengelola wisata. Selain menjalin komunikasi yang humanis, Kapolres juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan serta selalu menjaga keselamatan, khususnya saat berada di area wisata. Tidak hanya itu, Kapolres juga mensosialisasikan layanan darurat Call Center 110 kepada masyarakat sebagai sarana pelaporan cepat apabila terjadi gangguan keamanan maupun membutuhkan bantuan kepolisian. “Melalui patroli dialogis ini, kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman saat menikmati libur Lebaran di tempat wisata. Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak ragu menghubungi layanan 110 apabila membutuhkan bantuan dari kepolisian,” ujar Kapolres Madiun. Ia menambahkan bahwa kehadiran personel Polri di lokasi wisata merupakan bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, terutama di titik-titik keramaian yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Selama kegiatan berlangsung, situasi di Waduk Widas maupun Wahana The Nice Play Land terpantau ramai pengunjung namun tetap dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif. Petugas juga terus melakukan pemantauan serta pengamanan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan adanya patroli dialogis ini, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Polres Madiun berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan preventif maupun humanis, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama momentum libur Lebaran 2026
News
error: Content is protected !!