Domain Rakyat

Berita Hari Ini Terkini dan Terbaru Indonesia dan Internasional

  • HOME
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • DAERAH
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JATIM
  • KALTIM
  • KALTENG
  • SUMSEL
  • SUMUT
  • INDEKS

Topik Terpopuler

medan
Bulukumba
pemerintah
sumut
berita sumut
Bagikan:
Dilaporkan ke Dewas, Pimpinan KPK Diduga Nirtransparansi dan ‘Masuk Angin’

Kanal

  • Internasional
  • Hukum
  • Bola
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Kesehatan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Travel

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Karir
  • Pasang Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita
  • Beranda
  • Hukum

Dilaporkan ke Dewas, Pimpinan KPK Diduga Nirtransparansi dan ‘Masuk Angin’

2026-03-31 3:15 PM
Tim Editor
Bagikan:
Kegiatan Foto : Dilaporkan ke Dewas, Pimpinan KPK Diduga Nirtransparansi dan ‘Masuk Angin’
Kegiatan Foto : Dilaporkan ke Dewas, Pimpinan KPK Diduga Nirtransparansi dan ‘Masuk Angin’

 

Baca Juga:
Jalan Bergelombang di Palembang–Betung KM 27 Dikeluhkan, Pengendara Desak Perbaikan Segera
 http://www.domainrakyat.com 27 Maret 2026
Kegiatan Foto : Dilaporkan ke Dewas, Pimpinan KPK Diduga Nirtransparansi dan ‘Masuk Angin’
Jakarta,DomainRakyat.Com – Sejumlah pimpinan dan pejabat struktural di Komisi Pemberantasan Korupsi resmi diadukan ke Dewan Pengawas KPK oleh aktivis sekaligus founder PILAR, Hotman Samosir, pada Kamis (26/3/2026). Pengaduan ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik dalam pengalihan status penahanan tersangka kasus korupsi kuota haji, Yaqut Cholil Qoumas.

Aktivis Hotman menilai, keputusan mengubah status penahanan dari rumah tahanan negara menjadi tahanan rumah bukan sekadar kebijakan prosedural, melainkan persoalan serius bagi kredibilitas lembaga antirasuah. Pengadu menyebut langkah tersebut telah memicu kegaduhan dan kritik luas dari masyarakat dan akademisi.

Dalam keterangannya, Hotman Samosir menegaskan bahwa pengaduan ini menyasar lima pimpinan KPK serta tiga pejabat di tingkat deputi dan direktur. Pengadu menilai para pihak tersebut tidak bisa menghindar dan beralibi dari tanggung jawab etik atas keputusan yang diambil.

Baca Juga:
Razia Gabungan di Betung, Dua Orang Diamankan

Menurutnya, proses pengalihan penahanan dilakukan tanpa keterbukaan yang memadai. Pengadu menyoroti periode 19 hingga 24 Maret 2026 sebagai waktu krusial, di mana publik tidak memperoleh penjelasan yang utuh dan konsisten mengenai perubahan status penahanan tersebut.

Pengadu juga menyinggung pernyataan resmi dari juru bicara KPK yang mengakui adanya pengalihan penahanan. Namun, ia menilai klarifikasi itu justru memperkuat dugaan bahwa proses tersebut sejak awal tidak dijalankan secara transparan.

Baca Juga:
Aksi Aliansi Desa Mainan Soroti HGU PT Melania Indonesia, Warga dan Karyawan Berharap Kepastian

“Sekiranya memang ini prosedural, kenapa dilakukan diam-diam? Kenapa hanya tersangka tertentu saja? Kenapa publik baru tahu setelah ramai? Kenapa pernyataan dari KPK berubah-ubah dalam menanggapi sorotan publik? Ini yang harus dijawab secara jujur oleh pimpinan KPK dan deputi penindakan hingga direktur terkait,” tegasnya kepada awak media.

Pengadu juga mengingatkan bahwa manuver semacam ini berpotensi melanggar prinsip dasar transparansi dan akuntabilitas yang selama ini menjadi fondasi kerja KPK. Bahkan, menurutnya, terdapat indikasi konflik kepentingan dan potensi penyalahgunaan kewenangan yang perlu diuji secara serius.

“Jangan sampai lembaga antirasuah yang katanya independen ini masuk angin akut, dan memberikan kesan bahwa hukum bisa diperlakukan berbeda tergantung siapa orangnya dan orangnya siapa,” katanya.

Dalam laporan pengaduannya, aktivis Hotman Samosir merujuk pada sejumlah ketentuan dalam peraturan Dewas KPK yang mengatur kode etik dan pedoman perilaku. Aktivis ini menilai tindakan para teradu telah memenuhi unsur dugaan pelanggaran etik berat.

Pengadu menambahkan, dampak dari keputusan tersebut tidak hanya mencoreng nama baik KPK, tetapi juga berpotensi mendekadensi kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan korupsi secara keseluruhan.

“Keputusan pengalihan penahanan rumah secara nirtransparansi dan diam-diam ini telah merusak kepercayaan masyarakat luas terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, dan keputusan itu juga berdampak negatif kepada pemerintah dan/atau negara,” tuturnya.

Menurut Hotman Samosir, kasus ini memiliki sensitivitas tinggi karena berkaitan dengan dugaan korupsi kuota haji yang menyangkut kepentingan publik luas, serta melibatkan figur pejabat negara.

Dalam petitumnya, pengadu meminta Dewas KPK segera meregistrasi laporan tersebut dan melakukan pemeriksaan secara profesional serta objektif. Pengadu juga menekankan urgensi proses investigasi yang transparan dan bebas dari kepentingan tertentu.

Selain itu, pengadu meminta Dewas KPK menguji berbagai aspek penting, termasuk transparansi pengambilan keputusan, potensi penyembunyian informasi, serta kemungkinan adanya intervensi dan penyalahgunaan kekuasaan.

“Dewas KPK harus berani. Jangan hanya jadi pelengkap. Kalau memang ada pelanggaran, harus dinyatakan secara tegas dan diberi sanksi maksimal. Itu yang ditunggu publik,” tegasnya.

Pengadu juga menyatakan bahwa jika dalam proses pemeriksaan ditemukan unsur pidana, maka perkara tersebut harus dilimpahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses lebih lanjut.

Pengadu menegaskan bahwa pengaduan ini bukan dilandasi motif pribadi, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial untuk menjaga integritas lembaga KPK.

“Kami tidak sedang mencari sensasi dan balas dendam. Kami ingin KPK tetap independen, kuat, bersih, dan dipercaya rakyat sesuai slogan yang selama ini didengung-dengungkan ‘berani jujur, hebat’. Tapi itu hanya bisa terjadi kalau ada keberanian untuk mengoreksi diri,” tuturnya menegaskan.

Di akhir keterangannya, aktivis Hotman Samosir kembali menekankan pentingnya peran Dewas KPK sebagai penjaga etika lembaga. Pengadu mengingatkan agar Dewas KPK tidak kehilangan indenpendensi dalam menangani pengaduan perkara a quo.

“Jangan sampai Dewas KPK antara ada dan tiada, atau dipersepsikan publik sebagai ‘pengacara’ pelanggar etik atau ‘pencuci dosa’ bagi oknum organ KPK yang masuk angin. Publik dari Sabang sampai Merauke menunggu sikap tegas, bukan pembenaran,” tegasnya lagi.
( Tim Kaperwil Redaksi Jawa Barat : Bambang Saputro,ST.,Gr )

Tag

  • Jabotabek
  • Ragam
Tim Editor
Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Terkait

Berita

Jalan Bergelombang di Palembang–Betung KM 27 Dikeluhkan, Pengendara Desak Perbaikan Segera

Kriminal

Razia Gabungan di Betung, Dua Orang Diamankan

Berita

Aksi Aliansi Desa Mainan Soroti HGU PT Melania Indonesia, Warga dan Karyawan Berharap Kepastian

Nasional

Kasus ISPA di Wilayah Rawan Karhutla Tembus 333.470, Kemenkes Catat Lonjakan

Asap Karhutla Kalimantan Terpantau Bergerak ke Laut Jawa, Berpotensi Mengarah ke Jatim

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Operasional Bandara Soetta Ditutup Sementara

Lihat Semua

Daerah

Cegah Karhutla, BBKSDA Sulsel dan MMP Patroli di TWA Sidrap

Buka Seminar Jurnalistik PWI Banyuasin, Netta Indian: AI Tak Bisa Gantikan Etika dan Perasaan Wartawan

Tiang PLN Patah Diduga Ditabrak Truk di Suak Tapeh, Warga Keluhkan Kerusakan Elektronik

Lihat Semua

Kriminal

Razia Gabungan di Betung, Dua Orang Diamankan

Fantastis! Temuan BPK RI Biaya Sewa Mobil Dinas Bupati dan Pimpinan DPRD Banyuasin Meroket Jadi Rp72 Juta Per Bulan di 2025

Proyek Jalinsum KM 18 Palembang-Betung Diduga Cacat Mutu, Tabrak UU KIP dan Aturan Konstruksi

Lihat Semua

Berita Terpopuler

01

Kriminalisasi Tanpa Dasar Kepemilikan Sah, PT KHS Diduga Abaikan Hak Ulayat Masyarakat Adat.

Berita
02

Polisi Hadir Ditengah Persoalan Sosial,Polres Seruyan Jalankan Poliran

Berita
03

Dugaan Korupsi Pengadaan Obat Kada Luarsa Capai Rp 10,4 Miliar,Kejari Seruyan Selidiki Kasus ini.

Berita
04

14 Paket Diduga Sabu Diamankan Dari Kamar Rumah Warga Km.104 Seruyan Raya.

Berita
05

Warga Tanjung Hanau Keluhkan Dugaan Intimidasi dan Transparansi Pemilihan BPD

Berita
06

Kapolres Seruyan Perkuat Sinergi Penanganan El nino Dan Karhutla

Berita
07

Wakapolres Seruyan Hadiri Upacara Hari Santri,Perkuat Semangat Kebangsaan

Berita
08

Dari Kediaman Damang,Kapolres Seruyan Perkuat Komunikasi Dengan Tokoh Adat

Berita
09

Bersama TNI Dan Satpol PP,Polres Seruyan Cegah Penyalah Gunaan Narkoba di Ruang Publik.

Berita
10

Dukung GEMAR TUGAS dan Penanganan Stunting, Bupati Askolani Salurkan Bantuan Perkebunan dan Peternakan

Berita

Ikuti Kami

Part of IDR Network

Kanal

  • Internasional
  • Hukum
  • Bola
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Kesehatan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Travel

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Karir
  • Pasang Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita

Copyright ©2025 PT Indomedia Domain Rakyat. All Rights Reserved

Exit mobile version