Domainrakyat.com – Pada 4 Mei 2025, dunia dikejutkan oleh laporan bahwa 57 warga Palestina di Gaza meninggal akibat kelaparan, menyusul blokade total yang diberlakukan oleh Israel. Truk-truk bantuan yang membawa makanan, air, dan obat-obatan menumpuk di perbatasan Gaza, tertahan tanpa izin masuk. Sementara itu, serangan udara Israel di berbagai wilayah Gaza pada hari Sabtu menewaskan 39 warga, termasuk tiga bayi, menurut sumber medis dan pertahanan sipil.
Dampak Blokade Terhadap Warga Gaza
Blokade yang telah berlangsung selama dua bulan ini menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah di Gaza. Lebih dari 80% penduduk Gaza bergantung pada bantuan kemanusiaan, yang kini terhenti akibat pembatasan ketat. Rumah sakit kewalahan menangani kasus malnutrisi akut, terutama pada anak-anak. Menurut UNICEF, lebih dari 9.000 anak telah dirawat karena malnutrisi akut sejak awal tahun, dengan lonjakan kasus sebesar 80% pada bulan Maret saja.
Reaksi Internasional dan Tuduhan Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Komunitas internasional mengecam tindakan Israel yang dianggap menggunakan kelaparan sebagai senjata perang. Organisasi kemanusiaan menolak klaim Israel bahwa bantuan disalahgunakan oleh Hamas, dengan menegaskan bahwa distribusi bantuan diawasi ketat oleh PBB.
Kondisi Warga dan Upaya Bertahan Hidup
Warga Gaza kini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Banyak keluarga yang hanya mengandalkan makanan kaleng, sementara obat-obatan untuk penyakit kronis sulit didapatkan. Bantuan yang tertahan di perbatasan semakin memperburuk situasi, dengan banyak warga merasa seolah-olah mereka “menunggu kematian.”
Seruan untuk Tindakan Segera
PBB dan berbagai organisasi kemanusiaan mendesak Israel untuk segera membuka akses bagi bantuan kemanusiaan guna mencegah bencana kelaparan yang lebih luas. Tanpa tindakan segera, jumlah korban diperkirakan akan terus meningkat, dan dampak jangka panjang terhadap generasi muda Gaza akan menjadi lebih parah.
