BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Perkembangan Pembangunan Banyuwangi yang disebut katanya sudah maju pesat ternyata tidak linier dengan fakta dilapangan. Sekaligus hal ini kontradiktif dengan program Bupati Bunga Desa program andalan Bupati dengan adanya Bangunan Sekolah SDN 2 Desa Temuasri yang tiga bulan lalu Ambruk. Dan kondisinya sangat memprihatinkan, sampai hari ini siswa siswinya bingung harus belajar disela sela bangunan roboh. Sabtu (19/10/2024).

Ketika Media ini berkunjung di Sekolah Roboh tersebut bertemu dengan Kepala Sekolah bernama Mispan (Kepala Sekolah) Menyatakan bahwa pihaknya sudah berusaha mengajukan proposal untuk perbaikan biar siswa siswinya kembali bisa belajar dengan tenang,”Ujarnya
Namun sampai hari ini belum direspon oleh Dinas Pendidikan sehingga sangat memprihatinkan dan sangat kasihan anak didiknya tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan tenang. Sebab satu ruangan yang masih bisa dipakai terpaksa harus dibagi dua ruangan, sehingga ketika seorang guru menerangkan pelajaran akan terdengar siswa disebelahnya.
Berkaitan dengan hal tersebut salah seorang Lembaga Swadaya Masyarakat yang selama ini getol menyoroti masalah korupsi yaitu BCW (Banyuwangi Corruption Watch) angkat bicara, yang mana Masruri Sebagai Ketua BCW menyatakan ” Terus terang saya sangat prihatin dengan kejadian Ambruknya Sekolah SDN 2 Temuasri Kecamatan Sempu yang tidak cepat direspon oleh pemerintah Daerah Banyuwangi . Padahal selama ini digembar gemborkan Bunga Desa Bunga Desa yang jadi andalan Bupati”.tegasnya
Selanjutnya Masruri menegaskan ” Anggaran pendidikan di Banyuwangi seharusnya mencapai 20% dari APBD sesuai amanat UUD 1945 termasuk juga dari APBN dan APBD propinsi namun sangat lucu masih ada bangunan sekolah yang ambruk” ujar Masruri
Dan awak media Domainrakyat.com menghubungi lewat whatsapp di pihak dinas Pendidikan (Sutikno) terkait hal itu.
Sutikno juga menerangkan bahwa Anggaran itu sudah di usulkan lewat Musreng Bank atau secara di Prioritaskan lewat surat TPWAD di Pemkab Banyuwangi,”tuturnya.
Proses anggaran sudah diusulkan dan rusaknya bangunan gak bisa langsung dibetulin karena kita juga harus ada laporan di atasan mas,”pungkasnya Sutikno
Jadi prosesnya dikaji dulu kemudian di perencanaan kan dan perencanaan hari ini gak bisa masuk di PAK mungkin akan direncanakan di tahun depan tahun 2025
(Tim/Red)