Scroll untuk Baca Berita
Hukum & Kriminal

Diduga Kurangnya Pengawasan dari Holding dan kerja sama antara Pihak PTPN 1 regional 5 dan IGG Menimbulkan tindakan yang merugikan keuangan negara

×

Diduga Kurangnya Pengawasan dari Holding dan kerja sama antara Pihak PTPN 1 regional 5 dan IGG Menimbulkan tindakan yang merugikan keuangan negara

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –

Banyaknya lahan tanaman tebu layak produksi yang berada di beberapa wilayah perkebunan PTPN 1 regional 5. masih belum di lakukan tebang muat angkut (TMA), di duga karna tutupnya masa giling pabrik. Kamis (28/11/2024).

Terlihat oleh pantauan tim beberapa media, adanya beberapa peristiwa yang terjadi di wilayah perkebunan tebu,
1. mulai dari tidak di lakukannya proses TMA oleh pihak kebun,
2. proses tebang yang tidak di muat angkut (malah di lakukan penutupan menggunakan tanah),
3. hingga penghancuran tebu produktif pasca pembakaran.

Di sinyalir peristiwa tersebut, di duga sengaja di lakukan oleh pihak PTPN 1 regional 5, karna pihak pabrik industri gula Glenmore (IGG) atau SGN telah menutup masa giling di musim ini

Harusnya pihak HOLDING lebih ber peran aktif salam memberikan pengawasan, agar pihak kebun dapat melakukan TMA dan masuk pada masa giling di tahun 2024 ini

Hal ini juga menunjukkan kurangnya komunikasi pihak perkebunan PTPN 1 regional 5 dengan pihak SGN, hingga berakibat adanya peristiwa peristiwa, yang menimbulkan kerugian keuangan negara

Pengawasan dan kerja sama antara HOLDING, SGN, dan PTPN 1 regional 5 sangat di butuhkan untuk kelangsungan produksi SGN, agar dapat mendukung akslerasi program ketahanan pangan, demi tercapainya program swasembada gula nasional.

Pembakaran dan penghancuran tanaman tebu di wilayah perkebunan kalitelepak, PTPN 1 regional 5 di benarkan oleh satpam Kalitelepak, kampung lima
“Ia benar terbakar …..trs tutup giling tutup” sebutnya saat di temui di lokasi, sabtu, (23/11/2024).

Di tempat lain, “Al” salah satu petani tebu masyarakat, menyebutkan “hal itu sengaja di lakukan mas, di bakar dan di hancurkan, agar dapat menutupi tebu tebu yang tidak masuk dalam musim giling” sebutnya saat di temui di wilayah perkebunan Kalitelepak

Dari pihak SGN Glenmore, sendiri dengan adanya kejadian ini malah terlihat tutup mata, dan diam membisu, seakan tidak mau tau dengan kejadian tersebut, padahal bisa menimbulkan ke rugian pada musim tebang kali ini.

Namun dari pihak ASTAN perkebunan PTPN 1 regional 5 , hingga brita ini kami tayangkan, masih belum bisa mendapatkan keterangan yang mendasar.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *