Pendidikan

Kepala Sekolah SMP N 2 Cluring Diduga Lakukan Tindakan Intimidasi dan Pelecehan Terhadap Wali Murid dan Murid

BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –

Sebuah dugaan tindakan intimidasi dan pelecehan telah terjadi di SMP N 2 Cluring, yang melibatkan wali murid dan murid. Kepala sekolah, (SRI Y) diduga sebagai pelaku utama dalam kasus ini. Kamis, [23/01/2025]

Menurut keterangan dari wali murid dan murid korban, tindakan intimidasi dan pelecehan telah berlangsung saat beberapa wali murid di panggil ke sekolah, untuk melakukan komunikasi terkait kelakuan anak anaknya yang sering terlambat masuk sekolah.

Saat pertemuan, mereka mengaku telah mengalami perlakuan yang tidak pantas, termasuk penggunaan kata-kata kasar, ancaman, dan tindakan diskriminatif.

Wali murid dan murid korban juga mengaku telah mengalami tekanan psikologis yang berat akibat tindakan intimidasi dan pelecehan tersebut.

Mereka menangis dan ketakutan, atas ancaman akan di keluarkan dari sekolah atau di pindah sekolah, hingga berujung di pembuatan surat pernyataan oleh siswa

Tindakan tindakan tersebut di benarkan oleh salah satu guru bimbingan konseling (BK,) ST, yang mengakui saat itu dia mendampingi meski posisi di luar ruangan, “memang benar pak, kemarin wali murid di panggil kepala sekolah dan murid membuat surat pernyataan,

Itu bagian kepala sekolah lakukan untuk sock terapi saja,” sebut ST saat di temui awak media di ruang tamu sekolah

Tindakan yang di lakukan kepala sekolah ini menuai kecaman keras dari Susianto Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (J.P.K.P.) Banyuwangi

“Kami akan terus melakukan investigasi dan melakukan segala upaya untuk menghentikan tindakan dan perlakuan kepala sekolah, yang tidak menunjukkan sebagai seorang pendidik dan terkesan arogan” sebut Susianto saat di temui di kediamannya

Kasus tindakan intimidasi dan pelecehan di SMP N 2 Cluring ini telah membuat masyarakat setempat merasa prihatin kepada wali murid dan murid. Dan menimbulkan kurangnya kepercayaan pada pihak sekolah

Dari kejadian ini harusnya pihak pihak terkait segera mengambil tindakan untuk menghentikan tindakan ini dan memastikan keselamatan dan kenyamanan bagi semua warga sekolah.

(Tim)

Exit mobile version