Scroll untuk Baca Berita
Hukum & Kriminal

BCW menganggap Pembangunan jembatan bernilai milyaran upiah, TIDAK BERMANFAAT

×

BCW menganggap Pembangunan jembatan bernilai milyaran upiah, TIDAK BERMANFAAT

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI  DOMAINRAKYAT.COM –

Banyaknya proyek proyek dan aset aset daerah mangkrak di kabupaten Banyuwangi, mengundang ketua lembaga Banyuwangi Corruption Watch (BCW) angkat bicara. Sabtu, (08/02/2025).

Seperti yang diungkapkan Masruri selaku Ketua BCW yang menengarai adanya pembangunan jembatan yang menelan anggaran APBD sebesar Rp. 5 Miliar, tetapi jembatan itu justru tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

Meskipun jembatan tersebut lebar, tetapi karena akses jalannya tidak memadai, jangankan kendaraan roda empat, kendaraan roda dua saja jarang lewat, sebab jalan sebelah timur paving, dan sebelah barat, jalan perkebunan yang tidak beraspal dan becek ketika hujan.

Hasil konfirmasi Domainrakyat.com kepada Masruri ketua BCW, sabtu, (08/02/2025), atas temuannya tentang pembangunan jembatan, yang terletak di Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari, “Memang aneh itu mas, masak proyek jembatan dibangun senilai Miliaran tapi jalur nya jalur mati, kendaraan roda empatpun tak bisa masuk, jangankan kendaraan roda empat roda duapun jarang lewat” ujar Masruri.

Masih Masruri, “Kalau desa lain mungkin proyek semacam itu anggarannya maksimal hanya Rp. 300 juta, maka oleh karena itu, ini bener bener istimewa dan perlu diungkap, apa penyebabnya anggaran membengkak, apa karena lokasinya dekat dengan rumah bupati sehingga anggarannya bisa nembengkak secara ugal ugalan ?.” Imbuh Masruri.

Jalan yang di anggap oleh Masruri kurang bermanfaat dan mangkrak ini, di duga merugikan uang negara.

Hal serupa juga di sampaikan oleh DT seorang warga sekitar proyek, yang bingung dengan adanya pembanguana jembatan yang mewah, tapi arahnya ke wilayah perkebunan

 

“Saya heran ya mas, manfaat dari jalan itu apa? Kok di bangun dengan mewah, tapi jalurnya mengarah ke wilayah perkebunan, padahal jalan yang dari kampung cuman jalan sempit, bingung saya mas.” Sebut DT

Dari hal ini seharusnya menjadi kajian pihak pihak terkait dalam melakukan rangkaian kegiatan pembangunan, untuk lebih mengedepan kan asas manfaat, agar dapan mewujudkan masyarakat yang berkeadilan sosial.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *